Senin, 19 Agustus 2013

Kunjungan Anggota DPR Amerika Serikat

Sejumlah anggota DPR Amerika Serikat berkunjung ke Istana Negara dan Gedung DPR RI, Senin 19 Agustus 2013. Dalam kunjungannya ke Indonesia ini, AS menyampaikan komitmen untuk terus meningkatkan kerja sama antara kedua negara.

Delegasi DPR AS itu diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana. Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, mengatakan delegasi DPR AS memuji Indonesia sebagai salah satu negara yang berhasil melakukan reformasi di segala bidang.

“Mereka secara tegas menyampaikan bahwa Indonesia adalah contoh negara yang berhasil melakukan transformasi politik, memajukan ekonomi, mengatasi kemiskinan, dan lain-lain,” kata Faizasyah di kantor presiden, Kompleks Istana Negara, Jakarta.

Menurutnya, Presiden SBY menyambut baik pernyataan Kongres AS. “Ini kesan positif. Dengan demikian perubahan di Indonesia dapat dipahami, termasuk oleh anggota parlemen AS yang di masa lalu kerap kritis terhadap Indonesia,” ujar Faizasyah.

Delegasi Kongres AS yang bertamu itu adalah Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR AS, Edward Royce, anggota DPR David Cicilline, penasihat politik Kedutaan Besar AS Ted Lyng, staf anggota Kongres AS Szu-Nien Su, dan Kristen Bauer dari Kedubes AS.

Sementara di Gedung DPR RI, anggota Kongres AS itu diterima antara lain oleh Ketua Komisi I Bidang Luar Negeri DPR Mahfudz Siddiq dan anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya. DPR dan Kongres AS sebagai sesama lembaga legislatif ingin membangun kerja sama yang lebih konkret ke depannya.

Baca juga: Zodiak Aquarius Hari Ini.


Kamis, 01 Agustus 2013

Apple Kena Tuduhan

Satu kasus dilayangkan kepada raksasa teknologi Amerika Serikat  Apple oleh sebuah perusahaan China dengan tuduhan membajak hak cipta untuk produk digital personal assistant-nya bernama "Siri". Kasus ini mulai disidangkan di sebuah pengadilan di Shanghai, lapor media setempat seperti dikutip AFP.

Para pembela yang mewakili Apple dan Zhizhen Network Technology Co, Selasa kemarin beradu pendapat mengenai spesifikasi teknik  Siri dan produk perusahaan China ini yang bermerek "Xiao i Robot. Pembajakan merek dan hak cipta menggejala di China dan tuntutan hukum kepada Apple muncul setelah tahun lalu perusahaan AS ini membayar kompensasi 60 juta dolar AS kepada produsen komputer China bernama Shenzhen Proview Technology dalam perkara nama "iPad" yang diklaim kedua perusahaan ini.

Zhizhen menuntut Apple menghentikan membuat dan menjual produk-produknya yang memuat Siri di China. Siri adalah perangkat pintar pribadi yang bisa merespons perintah pengguna melalui software pengenal suara. Perusahaan itu mengklaim telah mengajukan gugatan paten untuk software "Xiao i Robot" pada 2004 yang dikabulkan pengadilan dua tahun kemudian.

Siri dari Apple, yang melakukan debutnya pada peluncuran iPhone 4S pada 2011, dikembangan pada 2007. Selasa kemarin di pengadilan, para pengacara Apple memasalahkan dua fungsi dengan cara kerja yang mirip namun menggunakan teknologi yang berbeda. "Orang bisa meraih hasil yang sama melalui berbagai alat berbeda," kata pengacara Apple.  "Apple memiliki teknologinya sendiri untuk Siri yang sama sekali berbeda dari milik penggugat," kata sang pengacara.

Yuan Yang, pengacara yang mewakili Zhizhen, berkilah, "Tujuan utama kami di tingkat ini adalah memberi pengadilan waktu untuk memvalidasi tuntutan kami berkaitan dengan penjiplakan itu. "Kami tidak mengesampingkan kemungkinan mediasi atau kompensasi, namun keduanya bisa dipertimbangkan di kemudian hari," kata dia. Produk Apple sangat populer di China, dan Kepala Eksekutifnya, Tim Cook, mengatakan Januari lalu bahwa China akan menyusul AS sebagai pasar terbesar Apple, demikian AFP.

Baca juga: Zodiak Aquarius Hari Ini.