Selasa, 25 Juni 2013

Kejahatan Di Internet

Perambahan Internet melalui perangkat ponsel pintar (smartphone) sering menjadi sasaran pencurian data terutama informasi-informasi pribadi seperti nama akun (username) dan kata kunci (password). "Sebanyak 46 persen ponsel pintar dari 130 responden di 24 negara telah menjadi korban serangan malware, virus, peretasan, scam, penipuan, dan pencurian data," kata Country Sales Manager Symantec, Rita Nurtika, di Jakarta, Kamis.

Rita menyebut tujuh cara yang dapat dilakukan para pengguna ponsel pintar agar aman dari ancaman-ancaman penipuan dalam jaringan (online). "Gunakan kata kunci di ponsel Anda dengan kombinasi huruf, angka, dan karakter berukuran besar dan kecil, terutama jika Anda sering bertransaksi online dari smartphone," kata Rita.

Cara kedua, lanjut Rita, yaitu mewaspadai jaringan Internet nirkabel (WiFi) di area publik yang juga dipakai para pengakses lain. "Hindari penyimpanan nomor PIN, kata kunci, atau informasi pribadi di smartphone Anda," kata Rita tentang cara ketiga.

Cara berikutnya yaitu memperhatikan lebih seksama pada informasi pemberitahuan yang mencurigakan di surat elektronik (email), pesan teks singkat, dan aplikasi-aplikasi seperti aplikasi sosial. Lalu, cara kelima, adalah dengan memahami dan selalu menggunakan pengaturan privasi di ponsel pintar dan ketika mendaftar aplikasi jejaring sosial.

"Selalu memilih aplikasi-aplikasi resmi dan sumber terpercaya di toko aplikasi dan harus mencermati persyaratan dan kondisi sebelum memencet tombol setuju (agree)," kata Rita tentang cara keenam. Terakhir, jika pengguna ponsel pintar mempunyai aplikasi keamanan di perangkat selulernya, aplikasi itu perlu terus diperbarui secara berkala untuk mencegah ancaman-ancaman dalam jaringan.

Baca juga: Resep Iga Kambing Gulai Kuning.


Google Cloud Print

Google meluncurkan layanan baru, Google Cloud Print, komputasi awan yang menghubungkan printer dengan berbagai perangkat sehingga orang bisa mencetak dokumen, foto, atau gambar dari mana saja. Jenis aplikasi apa pun, di perangkat mana pun yang terhubung ke Web, dapat menggunakan Google Cloud Print, kata Google dalam laman resmi layanan cloud print baru-baru ini.

Google juga merilis daftar aplikasi-aplikasi yang bisa digunakan untuk mencetak melalui Google Cloud Print. Dengan aplikasi PC, tablet, dan smartphone berbagai platform itu pengguna bisa mencetak dokumen baik di rumah, di kantor, atau saat dalam perjalanan. Untuk bisa mencetak dokumen dari mana saja, pengguna pertama-tama harus masuk ke Google Cloud Print dengan menggunakan akun Google, jika belum punya buatlah.

Kemudian hubungkan pinter ke komputasi awan Google Cloud Print, dan akan lebih gampang jika printer Anda sudah dilengkapi fitur Cloud Print Ready. Banyak printer-printer terbaru yang sudah Cloud Print Ready seperti HP ePrint, Printer Kodak, Epson, Canon, maupun buatan Samsung.

Sedangkan printer yang belum dilengkapi cloud print ready (printer klasik), pengguna bisa menghubungkan ke Google Cloud Print melalui fitur pada Google Chrome setelah printer terhubung dengan laptop atau PC yang terkoneksi Internet. Setelah printer terhubung dengan Google Cloud Print, dengan menggunakan akun Google, pengguna bisa mencetak dokumen baik dari PC, laptop, bahkan ponsel menggunakan berbagai aplikasi yang sudah disebutkan dalam daftar yang dirilis Google.

Google juga menyatakan layanan itu akan segera bisa diintegrasikan dengan lebih banyak lagi aplikasi pada masa mendatang. Google Cloud Print memungkinkan Anda berbagi printer dengan teman, atau membuat printer bersama di kantor dan banyak tempat lainnya. Mengenai keamanan dokumen, Google menjamin memperhatikan keamanan berkas Anda dengan sangat serius. "Dokumen ditransfer melalui sambungan Web HTTPS yang aman," katanya.

Segera setelah pekerjaan selesai, dokumen yang terkait dihapus dari server Google. Anda juga bisa menghapus pekerjaan dan riwayatnya kapan saja melalui laman pengelolaan Google Cloud Print. Ingin membuktikan layanan Google terbaru ini, silakan mencoba!

Baca juga: Main Game Dapat Duit.