Senin, 28 Januari 2013

Bupati Sampang Noer Tjahja

Bupati Sampang Noer Tjahja menargetkan proyek pembangunan waduk Nipah akan selesai pada akhir 2011.

"Insya Allah akhir tahun ini sudah selesai dan sudah bisa diresmikan," kata Noer Tjahja kepada ANTARA di Sampang, Madura, Jawa Timur, Senin.

Menurut Bupati Noer Tjahja, pengerjaan proyek waduk sudah dilakukan dan sampai saat ini sudah hampir mencapai 90 persen.

"Pembebasan lahannya juga tinggal sedikit," ucap Noer Tjahja.

Ia menjelaskan, proyek pembangunan waduk Nipah di wilayah Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang itu bersumber dari dana APBN. Pemkab Sampang hanya menyediakan dana untuk pembebasan tanah.

Luas waduk ini mencapai 527 hektare, bisa menampung enam juta meter kubik air dan diperkirakan akan mampu mengairi mengairi 1.150 hektar sawah irigasi, serta kebutuhan lain seperti perikanan dan pariwisata.

"Artinya kalau waduk ini selesai, masyarakat Sampang di wilayah utara sana, tidak akan kekurangan air," terang Noer Tjahja.

Pembangunan waduk ini sempat terhenti akibat terjadi insiden pada 1993 lalu yang menyebabkan empat orang warga setempat tewas. Namun pada 1999 pembangunannya dimulai lagi hingga saat ini.

Dari lahan seluas 527 hektare yang dibutuhkan, kini sudah ada 489 hektar lahan yang telah dibebaskan, sedang 38 hektare sisanya masih dalam proses.

Warga yang belum bersedia menjual tanahnya kebutuhan waduk itu ialah warga yang tinggal di Dusun Tolang, Desa Tolang, serta Dusun Balanjeng dan Morsongai di Desa Nagasareh. Semuanya berjumlah sekitar 14 kepala keluarga di wilayah Kecamatan Banyuates.

Bupati Noer Tjahja menyatakan, saat ini pemkab masih terus berupaya melakukan pendekatan kepada para pemilik lahan tersebut agar mereka bersedia menjual tanahnya. Demikian catatan online blog Berita tentang Bupati Sampang Noer Tjahja.


Yoshimi Miyake

Pemerhati budaya dari Universitas Akita Jepang, Yoshimi Miyake mengatakan masyarakat di negerinya perlu belajar lebih tekun lagi menghadapi kemungkinan gempa bumi dan tsunami, setelah bencana alam itu terjadi belum lama ini.

"Jepang harus belajar lagi kalau ada gempa," katanya saat refleksi budaya bertajuk `Roh Antara Merapi Dan Jepang`, di Padepokan Tjipto Boedojo Tutup Ngisor, lereng barat Gunung Merapi di Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, di Magelang, Minggu malam.

Ia mengatakan masyarakat Jepang memiliki tradisi budaya yang kuat berupa kehidupan gotong royong dan semangat solidaritas tinggi untuk membantu orang yang sedang menderita.

Menurut dia, selama ini kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah dialami masyarakat negeri itu.

Tetapi, kata dia, saat gempa dan tsunami menerjang Jepang, Jumat (11/8), yang antara lain mengakibatkan aliran listrik mati dan jaringan internet terganggu, semua aktivitas kehidupan masyarakat berhenti.

Saat menghadapi gempa dan tsunami itu, kata dia masyarakat Jepang terlihat masih memiliki kelemahan. "Semua menjadi berhenti," katanya.

Ia mengatakan bencana alam di Jepang itu harus menjadi pelajaran penting untuk masyarakat guna menghadapi kemungkinan bencana serupa pada masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Yoshimi menyebutkan warga sekitar Gunung Merapi di perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta juga belum lama ini menghadapi fase letusan gunung berapi itu, dan hingga saat ini masih berhadapan dengan ancaman banjir lahar.

"Bencana Merapi juga dahsyat, sedangkan masyarakat sekitar Merapi yang umumnya petani bergotong-royong menghadapinya," katanya.

Ia menilai masyarakat sekitar Gunung Merapi menunjukkan keteguhannya menghadapi persoalan terkait dengan bencana gunung berapi itu.

"Masyarakat teguh mengatasi persoalannya, saling membantu," kata Yoshimi yang juga pemerhati budaya Jawa itu.

Pemimpin Padepokan "Tjipto Boedojo Tutup Ngisor", Sitras Anjilin, mengatakan, fase letusan Merapi, sejak akhir Oktober hingga pertengahan November 2010 yang cukup dahsyat, memang sempat membuat masyarakat setempat takut.

Bahkan, katanya, para orang tua setempat yang pernah mengalami letusan Merapi cukup besar seperti pada 1952 juga menyebutkan bahwa erupsi 2010 sebagai peristiwa yang menggetarkan karena berskala besar.

Ia mengemukakan, masyarakat baik anak-anak, pemuda, dan orang tua telah membuktikan semangat persaudaraan dan tanggung jawab untuk saling menolong selama Merapi meletus 2010.

"Pengalaman masyarakat Merapi menghadapi bencana menambah mereka belajar atas situasi alam, dengan belajar bisa mengantisipasi kemungkinan ada bencana-bencana pada masa mendatang," katanya.

Bencana Merapi, katanya, juga menjadi pengalaman dan pelajaran hidup yang penting terutama untuk warga setempat.

Pada kesempatan itu, pianis berasal dari Jepang, Noriko Kose, selama dua babak menyuguhkan sejumlah lagu yang berjudul "Sinar Dari Doa", "Sakura", "Bulan", "Hutan", dan "Damai Di Bumi".

Seniman petani padepokan setempat yang berbasis wayang orang, Marmuja dan Eka Pradaning mementaskan performa "Tarian Ambang", Wenti dan Bambang Santoso performa tari dan musik gambang bertajuk "Wirogo Tunggal", Sutanto Mendut dan Taufik performa bunyi bertajuk "Suara Satwa Gunung". Demikian Berita tentang Yoshimi Miyake.


Menghindari Polemik Di Masyarakat

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) diminta merahasiakan hasil analisa transaksi keuangan oleh Komisi III Bidang Hukum DPR RI. Menurut Komisi III DPR, hal itu untuk menghindari polemik di masyarakat. Permintaan Komisi III DPR tersebut menyusul temuan 21 transaksi mencurigakan yang dilakukan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR oleh PPATK.

"Komisi III mendesak PPATK untuk menjaga kerahasiaan hasil analisis sesuai dengan peraturan perundang-undangan," kata Wakil Ketua Komisi III, Aziz Syamsudin, saat membacakan hasil kesimpulan rapat dengan PPATK, Senin 28 Januari 2013. Namun Ketua PPATK, Muhammad Yusuf, memberi sikap yang berbeda. "Saya rasa mungkin dibuat alternatif di dalam rumusan itu. Kami tidak punya niat membuat polemik. Kami nggak ribut kok, ketawa-ketawa santai," ujar Yusuf.

Sebelum rapat berakhir, beberapa anggota dewan memang sempat mempertanyakan temuan 21 transaksi mencurigakan anggota Banggar. Salah satunya adalah Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Hanura, Syarifudin Sudding. Sudding meminta agar PPATK membuka nama-nama transaksi mencurigakan itu yang akhirnya ditolak oleh Yusuf.

Selain merahasiakan hasil analisis, Komisi III DPR juga meminta kepada PPATK untuk meningkatkan kerja sama dengan instansi atau kementerian yang banyak mengeluarkan kebijakan yang berpotensi menimbulkan suatu dugaan tindak pidana tertentu.

Ditemui usai rapat, Yusuf menyatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu disampaikan ke publik. Namun, ada beberapa hal yang memang perlu dirahasiakan. "Yang jelas masyarakat perlu tahu, karena PPATK dibiayai oleh rakyat melalui APBN, sehingga saya mempunyai kewajiban moral. Kalau bersih, kenapa risih," ujar dia.

Baca juga: Samsung Galaxy S IV Terjual 40 Juta Unit by Blog Kanghari.


Kamis, 03 Januari 2013

Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa

Fortuner SUV Terbaik. Saat pertama tampil di arena MotoGP, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa langsung menggebrak. Keduanya datang dengan modal sebelumnya sebagai juara di ajang 250cc World Championship masing-masing pada 2007, dan 2005.

Kini, juara Moto2 2012, Marc Marquez bakal melakoni debutnya di ajang MotoGP. Harapan serupa pastinya ditimpakan pada pembalap 19 tahun yang membela Repsol Honda ini. Ia memenangi sembilan seri dan menuntaskan kompetisi dengan brilian di Valencia di mana ia sukses tampil sebagai pemenang usai start dari belakang.

Pembalap Spanyol yang juga pernah menjuarai kelas 125 cc ini tampil oke di uji coba MotoGP pramusim di Sepang, November silam dengan selisih sedikit dari catatan waktu terbaik kualifikasi balapan yang dibuat Jorge Lorenzo dan waktu terbaik sesi latihan yang diciptakan Dani Pedrosa.

Namun, pengganti Casey Stoner ini enggan untuk langsung sesumbar. Ia memang mengakui dirinya ternyata bisa beradaptasi lebih cepat dengan motornya, melebihi yang ditargetkan. Namun saat ditanya tentang kemungkinan membuat kejutan, terutama di seri pembuka MotoGP 2013 di Sirkuit Losail, Qatar pada 7 April mendatang, dengan rendah hati ia menyebutkan tak memikirkan kemungkinan tersebut.

"Untuk sekarang, aku pikir itu (naik podium, Red) tidak bisa dilakukan," ungkap Marquez kepada AS yang dilansir Tribunnews.com dari Autosport tentang kemungkinan dirinya langsung bisa naik podium. "Aku tidak bisa mencoret semua kemungkinan, mustahil memprediksi tapi Honda bilang kepadaku untuk tenang. Apa yang ingin mereka lihat adalah perkembangan sambil membuat kemajuan."

Ia mengakui, hasil uji coba memberikan hasil mengejutkan. "Hasil uji coba lebih baik dari yang ku bayangkan. Di Malaysia, saat aku di sana aku pikir akan menjadi tiga hari yang berat tapi aku mulai mendapatkan kepercayaan diri dengan motorku dan memulai mencoba banyak hal baru," katanya.

"Aku masih memiliki jalan yang panjang untuk dilalui dan aku berharap bisa mengambil keuntungan besar dari uji coba yang tersisa," ujar pembalap kelahiran Cervera, Lleida , Spanyol 17 Februari 1993 ini.

Bos HRC, Shuhei Nakamoto juga tak memberi beban terlalu berat untuk sang debutan yang akan menjadi tandem Dani Pedrosa pada musim 2013 dan 2014. Bos tim asal Jepang ini percaya, Marquez harus banyak beradaptasi dulu dlaam kelas premiere, sebelum nanti menuai hasil yang diharapkan.

Ia mengatakan, untuk balapan perdana nanti, timnya hanya menargetkan Marquez bisa masuk finis. "Kita harus realistis. Ini kelas premier, tempatnya para pembalap terbaik dunia. Saya pikir, sangat sulit baginya untuk berada di podium. Masuk finis sudah menjadi catatan bagus untuk seorang debutan," kata Nakamoto.

Sang bos yakin, setelah melakoni empat sampai lima kali balapan, Marquez akan mendapatkan kematangan yang diharapkan. "Kami yakin Marc memiliki bakat yang sangat tinggi dan memiliki masa depan cerah. Tetapi membalap di MotoGP tidak mudah. Membuat catatan waktu yang bagus untuk satu lap, bahkan untuk rookie, bisa dilakukan. Tetapi untuk melanjutkan catatan waktu lap yang bagus selama balapan merupakan sebuah cerita berbeda dan dia perlu banyak pengalaman. Tetapi saya berharap dia bisa memenangkan beberapa lomba, walaupun di tahun pertamanya. Ini harapan kami," ujar Nakamoto.