Selasa, 13 November 2012

Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum Surip Bambang Setyadi

Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum Surip Bambang Setyadi membantah tuduhan komisoner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Menurut Surip, semua tuduhan yang dialamatkan komisioner KPU terhadap sekretariat jenderal (setjen) tidak benar.

"Berkaitan dengan pernyataan rendahnya dukungan supporting system dari setjen adalah persoalan managerial dan internal. Kalau ada kekurangan dilakukan perbaikan," ujar Suripto, saat sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), di gedung BPPT, Jakarta, Selasa (13/11/2012.

Dikatakan Surip, pihaknya selalu berkomunikasi dan memohon pendapat kepada komisioner seperti tertuang dalam UU No. 43 Tahun 1999 tentang pokok-pokok Kepegawaian PP No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan PP No. 42 Tahun 2004 tetang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS.

Suripto bahkan menuding KPU RI tidak beralasan mengatakan tidak mendapat dukungan 68 personel setjen. "Tim verifikasi telah mulai bekerja sejak tanggal 7 Agustus 2012 sampai 30 September 2012 dan dilanjutkan tanggal 1-6 Oktober 2012. Semua personel bekerja di hotel dan dapat dilihat dari CCTV," tegasnya.

Terkait permintaan bantuan 10 PBS KPU DKI, lanjut Suripto, merupakan kebijakan komisioner. Yang meminta kepada setjen pada 16 Oktober adalah tim IT 10 orang, tim supervisi 10 orang dan menyelesaikan impor data KTA ke sistem Sipol (Sistem Informasi Partai Politik).

Suripto juga menyinggung sikap komisioner yang langsung mengadu ke Komisi II DPR terkait dukungan setjen yang tidak optimal. "Akan lebih bijak apabila komisioner dalam memberikan pernyataan memilih kata yang lebih santun," ujarnya.

Baca Juga: Fortuner SUV Terbaik by Kanghari


0 komentar: