Senin, 23 Juli 2012

Turnamen Sepak Bola Antar Kampung

Meski kompetisi tengah libur, namun manajemen PSM Makassar tetap rutin memantau perkembangan pemain. Khusus pemain PSM, manajemen mengetahui bahwa sejumlah pilarnya disibukkan dengan turnamen sepak bola antar kampung alias tarkam.

Berdasarkan data yang dipegang manajemen, hampir separuh dari skuad PSM di musim lalu bermain di beberapa klub liga tarkam. Manajemen sendiri merasa tidak keberatan dengan aktivitas tambahan pemain ini. “Justru itu bagus untuk menjaga kondisi fisik pemain.Pemain muda kita juga sekaligus bisa menambah pengalaman,” tukas CEO PSM,Rully Habibie kepada HATTRICKkemarin.

Menurut Rully, sebenarnya tidak ada larangan keras bagi pemain untuk mengikuti pertandingan di luar kompetisi resmi yang diikuti oleh klub. Hanya saja,dia berharap para pemain bisa lebih berhati-hati agar tidak mendapat cedera di pertandingan tersebut.“Tak lama lagi manajemen akan gelar evaluasi.Kami ingin semuanya dalam kondisi fit saat evaluasi nanti,”sambung keponakan mantan Presiden RI BJ Habibie ini.

Sementara itu salah satu pilar Pasukan Ramang,Syamsul Chaeruddin mengaku bahwa ikut tarkam sudah menjadi tradisi bagi pemain jika libur kompetisi datang. Syamsul bahkan ikut ambil bagian di turnamen ini dengan memperkuat Fathir 27 FC pada Liga Ramadhan 2012. “Hanya untuk cari keringat.Sekaligus reuni pemain se-Makassar yang pulang kampung,”tutur gelandang energik Pasukan Ramangini di Lapangan Hasanuddin, kemarin.

Tak hanya Syamsul,kapten PSM Andi Oddang juga ikut ambil bagian di liga tarkam ini dan tergabung dalam tim yang sama dengan Syamsul. Senada dengan Syamsul,gelandang PSM lainnya Rasyid Bakrie juga mengaku ikut tarkam hanya untuk menjaga kondisi fisik saja.Usai memperkuat tim nasional (timnas) U-22,Rasyid mempersiapkan diri untuk dipanggil lagi oleh skuad Timnas Senior. “Harus bisa jaga kondisi terus.

Siapa tahu ada panggilan ke timnas senior.Makanya saya ikut tarkam ini,”bebernya.Bukan hanya pemain PSM saja.Sejumlah bintang Indonesia Super League (ISL) asal Makassar juga tak ketinggalan ambil bagian. Zulkifli Syukur (Persib Bandung) Iqbal Samad (Persiba Balikpapan) dan Akbar Rasyid (Persisam Samarinda) juga terlihat meramaikan liga tarkam ini.Selain alasan libur kompetisi,beberapa dari mereka datang untuk mencoba peruntungan lagi di PSM pada musim kompetisi mendatang. “Seleksi di PSM sudah dekat.Jadi sekaligus persiapan dengan ikut tarkam ini,”tutur Iqbal Samad.


Selasa, 10 Juli 2012

Haryanto Dhanutirto Di Makamkan Hari Ini

Jenazah mantan Menteri Perhubungan era Orde Baru, Haryanto Dhanutirto, dimakamkan Rabu siang ini di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Cikutra, Bandung, Jawa Barat.

Kepada ANTARA News, pihak keluarga menjelaskan jenazah akan dikebumikan setelah disalatkan terlebih dahulu dan usai salat duhur ini.

Prof Dr Haryanto Dhanutirto meninggal dunia di Rumah Sakit MMC, Jakarta, Selasa malam tadi.

Haryanto Dhanutirto pernah menjabat Menteri Perhubungan pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998) dan Menteri Negara Pangan dan Hortikultura pada 1998-1998.

Dia lahir di Purwokerto, Jawa Tengah pada 14 Agustus 1939.

Karirnya diawali dari kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan posisi terakhir Guru Besar Madya ITB, sebelum kemudian menjabat beberapa jabatan politik dan pemerintahan, termasuk menjadi menteri dan petinggi Golkar.


Kamis, 05 Juli 2012

Penurunan Jatah Beras Untuk Rakyat Miskin

Jatah beras untuk rakyat miskin (raskin) Kota Makassar untuk Juni hingga Desember mengalami penurunan 13.827 rumah tangga sasaran (RTS) jika dibandingkan Semester I 2012 yang mencapai 62.192 RTS. Penurunan pagu raskin ini membuat Pemkot menunda pembagian jatah raskin untuk Juni 2012.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Makassar Irwan Bangsawan mengatakan, penurunan drastis pagu raskin disebabkan data warga miskin BPS tidak sempurna. “Pendataan warga miskin di Kota Makassar oleh BPS tidak valid sehingga terjadi pengurangan jatah raskin. Untuk Juni hingga Desember, hanya tersedia untuk 48.365 RTS,”jelasnya kepada media, kemarin.

Irwan mengaku, BPM tengah melakukan verifikasi ulang dan menemukan banyak kesalahan pendataanolehtimBPS yaknipensiunan PNS yang masih masuk dalam daftar penerima pagu raskin. “Yang tidak logis,dalam satu kelurahan tiba-tiba ada 100 KK RTS yang pindah dalam kurun waktu yangsangatsingkat,”ucapnya. Dalam verifikasi ulang di lapangan BPM, salah satunya menyarankan kepada RTS agar pagu raskin yang sejatinya dijatah 15 kg/KK/bulan dikurangi untuk dibagi rata RTS yang dihapus dari pagu.

Wali Kota Ma-kassar Ilham Arief Sirajuddin dan beberapa anggota DPRD Makassar, lanjut Irwan, sudah sepakat untuk melakukan verifikasi ulang RTS raskin pada APDB perubahan 2012. Kendati demikian, penurunan pagu raskin tidak hanya dialami Kota Makassar namun juga sembilan kabupaten/kota di Sulsel yang mengalami penurunan drastis diatas 10%. Namun, secara umum pagu jumlah RTS raskin untuk 24 kabupaten/ kota di Sulsel hanya turun 1% dari 514.120 Kepala Keluarga (KK) menjadi 505.831 KK.

Demikian juga dengan jumlah kuantum raskin untuk Sulsel hanya turun 1% dari 7.711.800 pada Januari- Mei menjadi 7.632.465 pada Juni-Desember 2012. Kepala Divisi Regional Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulselbar Tommy S Sikado mengatakan sebagian besar kabupaten/ kota di Sulsel belum menyalurkan raskin karena masih menunggu verifikasi data akibat menurunnya pagu raskin secara drastis di 10 kabupaten/ kota.

Tommy menyebut sudah ada sekitar separuh dari 24 kabupaten/kota yang sudah menyalurkan raskin termasuk Pinrang, Parepare, Sinjai, dan Gowa. Untuk alokasi Juni terjadi penundaan dibeberapa kabupaten/ kota yang jumlah penurunannya sangat besar. Kita menunggu verifikasi ulang dari oleh pemerintah daerah setempat. Kita harap sudah disalurkan semua sebelum bulan puasa,” katanya di Makassar, kemarin.