Jumat, 29 Juni 2012

Pemain Italia Mario Balotelli

Pemain Italia Mario Balotelli mempersembahkan dua golnya ke gawang Jerman dalam laga semi final Piala Eropa 2012, Jumat pagi (WIB), untuk sang ibu.

"Di akhir pertandingan ketika saya mendatangi ibu, itu adalah momen terbaik. Saya mengatakan gol-gol ini untuknya," kata pemain berusia 21 tahun itu seperti dikutip Antaranews dari laman Football Italia.

Dia menambahkan, "Saya menunggu lama untuk moment ini, terutama ibu sudah tidak lagi muda... jadi saya ingin membuatnya bahagia ketika dia datang menonton."

Dalam laga itu, hampir semua orang kesayangan Balotelli datang ke stadion di Warsawa, Polandia. Mereka adalah kakak, sepupu, sampai teman-teman baiknya, hanya saja ayahnya tidak ikut datang.

Menurut Balotelli, ayahnya akan hadir nanti saat Italia melawan Spanyol pada laga final di Kiev, Ukraina.

"Berada dekat dengan orang-orang tercinta tentu membuat saya sangat bersemangat," kata Super Mario.

Dia juga mengatakan ingin menjadi top skor di Piala Eropa 2012. Saat ini Balotelli telah meraih tiga gol dan menjadi top skor sementara bersama empat pemain lain.

Bertemu Spanyol

"Ini adalah malam terbaik dalam hidup saya sejauh ini, tapi saya harap hari minggu (final) akan lebih baik," kata Balotelli

Dia menambahkan, "Saya berharap kemenangan, saya tidak peduli jika saya bermain buruk."

Menurutnya, Italia harus bisa santai ketika menghadapi Spanyol. Balotelli juga mengingatkan agar rekan-rekan satu timnya tidak frustrasi dengan cara Spanyol bermain yang banyak menguasai bola.

"Jangan lupa, kami satu-satunya tim yang bisa mencetak gol ke gawang Spanyol sejauh ini. Kami membuktikan, kami seimbang dengan mereka, jika tidak mau dikatakan kami lebih baik," kata penyerang yang senang bercanda ini.


Senin, 11 Juni 2012

Menata Nama Ruas Jalan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Utara (Matra) menata sejumlah nama ruas jalan di dalam Kota Pasangkayu. Semua identitas jalan itu diubah dengan nama para pahlawan nasional, seperti nama Presiden dan Wakil Presiden RI pertama.

“Pemerintah perlu melakukan ini. Penataan nama jalan dengan nama pahlawan juga merupakan bagian upaya agar masyarakat menghargai pahlawan dan sejarahnya,” kata Bupati Matra Agus Ambo Djiwa melalui telepon, kemarin. Jalan poros yang membelah Kota Pasangkayu yang awalnya bernama poros Pasangkayu-Palu, berubah menjadi jalan Ir Soekarno.”Selain itu ada beberaparuasjalandidalamKotaPasangkayu yang namanya kami ubah,”kata Agus Ambo Djiwa.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Matra HM Natsir menyebutkan, Jalan Ir Soekarno memiliki panjang 4,2 kilometer (km). Menurutnya, jalan lainnya adalah Jalan Bandaco memiliki panjang 4,7 km, Jalan Ahmad Yani panjangnya 2 km, dan Jalan Moh Hatta 2,7 km. ”Ini juga merupakan bagian dari pembangunan wajah kota ke depan. Sebagaimana di daerah lain, jalan-jalan protokol selalu memakai nama pahlawan. Baik daerah maupun nasional,” kata HM Natsir.


Rabu, 06 Juni 2012

13 Unit Rumah Terbakar

Sebanyak 13 unit rumah warga di belakang Pasar Lambocca, Desa Biangkeke, Kecamatan Pa’jukukang, Bantaeng terbakar kemarin. Akibatnya tujuh rumah ludes rata dengan tanah dan enam unit lainnya rusak parah. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, Kepala Dusun Lambocca Hamzah Dg Tantu sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat. Hamzah pingsan lantaran shockmelihat rumahnya terbakar. Selain itu, beberapa manula terpaksa dievakuasi ke masjid di Pasar Lambocca dan sejumlah ibu rumah tangga pingsan.

Informasi yang dihimpun media, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 15.10 Wita.Api berawal dari rumah Kepala Dusun Lambocca Hamzah. Warga yang panik melihat kejadian tersebut langsung menyelamatkan peralatan rumah tangga masing-masing,sementara sebagian lain berusaha memadamkan api menggunakan air laut. Sekitar 15 menit kemudian, petugas pemadam kebakaran (damkar) dari Badan Siaga Bencana (BSB) Bantaeng datang dengan lima unit armada.

Upaya pemadaman dipimpin Koordinator Lapangan Damkar BSB Bantaeng Sair Djumaing. Api baru berhasil dipadamkan dua jam kemudian. Api sulit dipadamkan karena rumah panggung tersebut terbuat dari kayu, dan angin berembus kencang. Kepala Desa Biangkeke Andi Rosmawan mengungkapkan, kebakaran berawal dari rumah kepala dusun. Namun saat kejadian, rumah panggung tersebut kosong.

“Pak dusun (Hamzah) dan keluarga lainnya berada di bawah kolong rumah, sedang menyulam jaring.Jadi tidak ada yang tahu dari mana penyebab munculnya api itu,”kata Rosmawan. Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Dodik Susianto mengatakan, pihaknya harus melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api penyebab kebakaran itu. Dugaan sementara jumlah kerugian diperkirakan sekitar Rp300 juta. Mengenai ada unsur kesengajaan atau tidak, tim kami masih perlu mengumpulkan data-data dulu,”kata Dodik.