Senin, 23 April 2012

Institut Karate-Do Nasional

Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) ditargetkan meraih gelar juara umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) di Bandung Jawa Barat (Jabar),akhir bulan ini. Manajer Tim Inkanas Sulselbar Ellong Tjandra mengatakan, target juara umum yang diusung di kejuaraan yang akan berlangsung mulai Jumat (27/4) hingga Minggu (29/4) cukup realistis. Karena, menurut dia, Sulselbar turun dengan kekuatan penuh. Ditambah lagi pengalaman juara umum di ajang yang sama tahun 2010.”Tahun lalu, Sulselbar juara umum. Karena itu, sangat realistis dengan target tersebut,”ujarnya.

Pria yang juga direktur utama Bank Sulselbar tersebut mengatakan timnya siap sapu bersih medali emas di semua jenis pertandingan.”Tim kata beregu maupun perseorangan sudah cukup lama menggelar pemusatan latihan di Makassar,”katanya. Sementara kata perseorangan,kata beregu, kumite perseorangan, dan beregu juga akan siap tampil maksimal.”Kami punya tim yang kompak dan berpengalaman di ajang kejuaraan karate nasional,”sebutnya.

Kendati memasang target tinggi, Sulselbar tetap waspada terhadap tim asal Pulau Jawa seperti DKI Jakarta,tuan rumah Jabar,Jawa Timur (Jatim), termasuk Sumatera Utara (Sumut).”Daerah-daerah tersebut sempat merepotkan kami di ajang yang sama dua tahun lalu,”tuturnya. Sementara daerah lainnya seperti Kalimantan Timur (Kaltim), termasuk Papua, tidak dikhawatirkan.”Mereka diprediksi tidak turun full team. Makin jauh jarak tempat bertanding dengan satu daerah, makin kecil peluang mereka turun full team,”ungkapnya.

Ellong menyebutkan tim Inkanas Sulsel turun dengan 150 orang.Khusus atlet yang bertanding,sebanyak 75 orang. Pelatih/ofisial berjumlah 10 orang.”Ajang ini bukan hanya kejuaraan.Karena ada juga sejumlah agenda nasional Inkanas,”tandasnya. Sulselbar mengirim 10 orang, penataran wasit/juri yang dikirim berjumlah 20 orang, ujian DAN sebanyak 20 orang.”Juga ikut pendamping tim, termasuk orang tua atlet. Ini agenda rutin perguruan Inkanas,”ujar Ellong.

Jenis pertandingan yang akan diikuti adalah usia dini, prapemula, pemula, cadet, junior, senior umum, serta TNI/Polri. ”Jumlah kelas yang diikuti adalah 58 dengan jumlah peserta per kelas satu orang.”Atlet yang diikutkan adalah atletatlet juara satu Kejurda Inkanas Sulselbar serta empat orang atlet PON,”sebutnya. Dia menyebutkan, kemarin sejumlah atlet sudah diberangkatkan ke Bandung. Sisanya menyusul pekan ini.

Tim yang dikirim tidak bersamaan,namun secara bertahap,”ucapnya. Sementara itu, pengamat olahraga asal Sulsel Mirdan Miding mengatakan, potensi kemenangan dengan mengikutkan atlet berpengalaman sangat besar.”Makin besar lagi peluangnya jika diberikan bonus untuk setiap prestasi,”pungkasnya.


Selasa, 17 April 2012

Pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar

Dukungan ke pasangan calon Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar kembali bertambah. Kali ini giliran Partai Sarikat Indonesia (PSI) yang mengeluarkan rekomendasi resminya ke pasangan nasionalis-relegius itu. Ketua DPW PSI Sulsel Abd Razak mengatakan, surat keputusan partainya ditandatangani langsung ketua umum dan sekretaris jenderal DPP dan sudah diserahkan ke Syamsu Rizal, tim pemenangan Ilham- Aziz, kemarin. Dia menuturkan, dukungan tersebut diberikan karena berbagai pertimbangan, seperti paling intens berkomunikasi serta visi-misi yang lebih baik untuk menyejahterakan masyarakat Sulsel.

“Itu alasan utama kami, karena komitmennya memajukan Sulsel sangat baik.Tugas kami sekarang mengomunikasikan ke semua DPC untuk menjalankan keputusan partai,” ujar Razak kepada media, kemarin. Pada Pemilu Legislatif 2009, partai berbasis Islam itu meraih total suara 0,56% di Sulsel. Meski tidak meloloskan kadernya di kursi DPRD Sulsel, namun partai ini meraih tujuh kursi dari 24 kabupaten/kota di Sulsel. Dengan tambahan dukungan dari PSI, semakin melengkapi partai politik nonparlemen yang berada di balik pemenangan Ilham-Aziz. Sebab tujuh di antaranya, sudah lebih awal menyerahkan rekemondasi tertulis.

Masing-masing Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP),Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI),PNI Marhaen,Partai Pelopor, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI), dan Partai Barnas. Selain delapan parpol itu, beberapa partai nonparlemen lainnya juga dikabarkan segera memberikan surat dukungan serupa. Seperti Partai Kedaulatan dan Partai Indonesia Baru. Ketua Divisi Publikasi dan Informasi DPD Demokrat Sulsel Syamsu Rizal mengatakan, partai yang belum memberikan dukungan sudah mengabarkan akan segera menyerahkan rekomendasi tertulis DPP dalam waktu dekat.

“Sudah ada penyampaian dari pengurus wilayahnya bahwa rekomendasi dari DPP telah keluar. Tapi nanti setelah diserahkan ke kami, baru bisa dipastikan secara resmi,”tutur Ical,sapaan akrabnya. Di tempat terpisah, Ilham menyambut baik bertambahnya dukungan partai ke koalisi yang digagasnya. Dia mengaku, dukungan itu sekaligus mempertegas bila pihaknya tidak membeda-bedakan partai atau menganggap remeh kekuatan nonparlemen. “Kita bersama-sama berjuang di rumah rakyat. Semua bisa bergabung tanpa ada sekat atau kepentingan golongan. Kita semua sama,”pungkas Wali Kota Makassar dua periode itu.

Dekati DPP PAN

Kendati Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel Ashabul Kahfi ikut mendampingi incumbent Syahrul Yasin Limpo di pendaftarannnya sebagai bakal calon gubernur di Partai Golkar, namun Ilham mengaku belum menyerah menggaet dukungan partai berlambang matahari terbit itu. Kemarin, Ilham yang dijagokan koalisi Partai Demokrat kembali melakukan pertemuan tertutup dengan Wakil Ketua DPP PAN Bima Arya di Restoran Bahari Makassar.Turut hadir Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi.

Selama satu jam, Ilham meyakinkan DPP mengenai dukungan yang diterimanya dari sebagian DPD dan DPC PAN di Sulsel. Tak hanya itu, beberapa pengurus DPW juga menginginkan Ilham diusung partai peraih suara terbanyak ketiga di Sulsel itu. Saat dikonfirmasi, Ilham membenarkan pertemuan itu. Hanya saja, dia mengaku bila komunikasinya dengan Bima hanya silaturahmi biasa tanpa membahas secara detail perkembangan jelang Pilgub Sulsel.

“Kami hanya silaturahmi biasa saja. Kebetulan beliau di Makassar, jadi kami bertemu sambil diskusi-diskusi,” kilah Ilham yang didampingi Syamsu Rizal. Pertemuan Ilham dengan petinggi DPP PAN bukan kali ini saja. Catatan media, Ilham juga dikabarkan sudah pernah meminta restu dan dukungan sesepuh PAN Amin Rais,Ketua Umum DPP Hatta Rajasa di Jakarta.

Selain itu, saat pendaftaran bakal calon gubernur yang dilakukan Tim Pilkada PAN Sulsel, belum lama ini, hanya Ilham dan Aziz Qahhar Mudzakkar yang melamar resmi. Sebab kandidat lainnya, belum mengembalikan formulir pendaftaran.


Minggu, 08 April 2012

Gagal Masuk Program Legislasi Nasional

Rencana pemekaran Kabupaten Luwu Tengah (Luteng) dan Bone Selatan (Bonsel) akhirnya kandas. Pemekaran kedua darah ini gagal masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) yang akan dibahas di DPR RI pada 2012. Luteng dan Bonsel tidak terdapat dalam 19 calon daerah otonomi baru yang telah disetujui Badan Legislasi DPR RI. Dari 19 rancangan undangundang (RUU) calon daerah otonomi baru yang akan disidangparipurnakan di DPR RI pekan ini, terdapat satu provinsi, yakni Kalimantan Utara.

Daerah kabupaten yang akan dimekarkan, di antaranya dari Pulau Sulawesi, yakni Mamuju Tengah (Sulawesi Barat), Banggai Laut (Sulawesi Tengah), Morowali Utara (Sulawesi Tengah). Enam lagi berasal dari Sulawesi Tenggara, yakni Konawe Kepulauan, Kolaka Timur, Buton Selatan, Buton Tengah, Muna Barat,dan Kota Raha.

Sementara dari Papua Barat disetujui dua RUU kabupaten baru,yakni Monokwari Selatan dan Pegunungan Arfak. Anggota DPRD Sulsel yang juga mantan anggota panitia khusus pemekaran Luteng, Buhari Kahar Muzakkar, menduga tidak masuknya Luteng dan Bonsel dalam agenda DPR RI 2012 karena kelengkapannya terlambat diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan DPR RI. “Mungkin terlambat sehingga tidak masuk agenda prioritas di 2012,” papar Ketua Umum Pengurus Besar Kerukunan Keluarga Luwu (KKL).

Sementara mantan Ketua Pansus Pemekaran Bonsel Rusni Kasman mengatakan, ke-19 daerah otonomi baru yang disetujui Badan Legislasi DPR sudah diproses sejak beberapa tahun lalu di pusat. Dia juga optimistis Bonsel sudah masuk dalam prioritas pemekaran 2013. “Tahun ini sudah diproses secara administrasi di Mendagri supaya tahun depan sudah terealisasi,” ucap anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sulsel asal Bone ini.