Senin, 30 Januari 2012

Seluruh kepala desa di Kabupaten Tana Toraja

Seluruh kepala desa di Kabupaten Tana Toraja diimbau mewaspadai surat edaran palsu program alokasi dana desa (ADD) tahun anggaran 2011/2012 yang mengatasnamakan Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Isi surat itu menyebutkan, desa terpilih sebagai penerima ADD diminta menyetor uang 15% dari jumlah ADD yang akan diterima.Total ADD yang akan dicairkan per desa Rp575 juta secara langsung dari Kementerian Bappenas. Dalam surat itu dicatut juga nama Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Tana Toraja Enos karoma.

“Sudah ada beberapa kepala desa yang menerima surat edaran palsu itu. Kami tegaskan, surat edaran program ADD itu merupakan modus penipuan,” ujar Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Tana Toraja Jidon Sitohang, kepada SINDO di Kantor Bupati Tana Toraja,kemarin.

Dia menjelaskan, dalam surat edaran itu terdapat beberapa kejanggalan, seperti jabatan rangkap Enos Karoma sebagai sekkab Tana Toraja sekaligus asisten perekonomian dan pembangunan Pemprov Sulsel. Selain itu, program ADD yang disampaikan tidak per-nah diberitahukan kepada bupati serta pemerintah Tana Toraja. Kepala desa yang mendapat surat edaran palsu program ADD itu diminta segera melapor ke pemerintah kabupaten,” tandasnya.


Pemkab Tana Toraja

Pemkab Tana Toraja akan melelang 132 kendaraan dinas (randis) yang dipakai pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Kendaraan yang dilelang yakni pengadaan mulai 1983–2006.

Sekkab Tana Toraja Enos Karoma mengatakan, kendaraan dinas yang dilelang tersebar di berbagai SKPD dan kecamatan di Tana Toraja. Dari 132 kendaraan, di antaranya 50 unit kendaraan roda empat dan 82 unit roda dua.“Kendaraan aset milik daerah yang akan diputihkan hanya randis pejabat dan bukan kendaraan operasional SKPD,” ungkapnya.

Total nilai aset daerah yang akan dilelang di atas Rp5 miliar harus melalui persetujuan DPRD Tana Toraja. Sementara total nilai aset di bawah Rp5 miliar, cukup dengan keputusan Bupati Tana Toraja.