Jumat, 18 November 2011

Pemerintah menghentikan penerbangan Arroyo

Mantan Presiden Filipina, Gloria Macapagal Arroyo ditangkap di bandara Manila saat akan pergi berobat ke Singapura. Pemerintah menghentikan penerbangan Arroyo yang diduga untuk menghindar dari penangkapan.

Mahkamah Agung Filipina telah menegaskan melarang Arroyo dan suaminya untuk melakukan penerbangan ke Singapura, dengan surat perintah.

Presiden Benigno Aquino yang sedang berkampanye memerangi korupsi memastikan akan mengadili Arroyo untuk bertanggung jawab dalam kasus kecurangan dalam pemilihan umum.

Arroyo sebelumnya merencanakan akan terbang ke Singapura, Jerman, dan beberapa negara lain untuk melakukan pengobatan. "Larangan ke luar negeri merupakan tindakan tirani," kata Raul Lambino, pengacara Arroyo, seperti dikutip dari kantor berita BBC.

Arroyo masuk dalam daftar orang yang harus mendapatkan izin khusus untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.

Mantan pemimpin berusia 64 tahun itu bersama suaminya, Mike Arroyo, menghadapi dua tuduhan terkait kasus kecurangan pemilu untuk memilih anggota parlemen pada 2007. Kecurangan tersebut membuat seorang calon dari pihak oposisi gagal meraih kemenangan.

Selain itu, Arroyo menghadapi tuduhan kecurangan pemilu presiden 2004 dan korupsi pada pemerintahannya.

Arroyo mengaku ingin pergi ke luar negeri agar bisa menjalani perawatan medis. Dia mengaku belum seratus persen pulih setelah menjalani tiga bedah medis untuk mengobati sakit pada tulang belakang di bagian tengkuk. Maka, dia harus memakai alat bantu penyangga tubuh.

Sebenarnya, Arroyo sempat pergi ke bandara internasional di Manila pada Selasa lalu begitu Mahkamah Agung memberi pengecualian atas pencekalan pemerintah. Namun, dengan menggunakan kursi roda dan alat bantu di leher, Arroyo dan suaminya tetap dicegah pihak berwenang ke luar negeri.


0 komentar: