Minggu, 12 Juni 2011

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia

Blog Berita akan memberikan sundulan untuk keyword Blogger Indonesia dalam paragraf pertama ini, okey dilanjut. Meski berhasil mempertahankan Piala Adipura, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) tetap menyoroti beberapa faktor yang harus diperbaiki. Salah satunya pembagian zona Industri yang jelas, terutama di sepanjang bantaran Sungai Musi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dinilai belum serius merancang sebuah konsep tata ruang bagi zona industri di pinggiran sungai kebanggaan warga Kota Palembang tersebut. “Overall, capaian pemkot mempertahankan Adipura cukup baik.Tapi jangan simbolis belaka.Masih banyak kekurangan yang harus dibenahi.

Kalau boleh dikatakan, antara penilaian dan kenyataan sangat tidak sesuai,” kata Direktur Eksekutif Walhi Sumsel Anwar Sadat kemarin. Menurut Anwar, kondisi industri yang berdiri di pinggiran sungai saat ini sangat semrawut. Ironisnya, pabrikpabrik yang ada pun tidak menghiraukan dampak lingkungan. Masih sangat sedikit, perusahaan yang memperhatikan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).

“Harusnya, bangunan-bangunan industri itu harus direlokasi ulang. Baru bisa dibangun kembali setelah memiliki perencanaan tata ruang yang baik,”ujarnya. Anwar juga menyoroti minimnya pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Palembang. “Kita sangat sesalkan, justru RTH kita banyak digunakan sebagai lahan bangunan dan sektor industri oleh pemerintah,” katanya.

Anwar mencontohkan, bangunan GOR dan Lapangan Bumi Sriwijaya yang saat ini “disulap”menjadi lokasi bangunan baru. “Seharusnya kalau pemerintah jeli dan kritis,hutan kota dan RTH kita ini semakin habis. Sebaiknya pemerintah jangan terlalu mendahulukan kepentingan segelintir orang. Ingat, kita ini perlu udara bersih, salah satunya dengan memperbanyak penghijauan,” katanya.

Anwar mengatakan,dalam undang-undang (UU) itu juga diatur bahwa proporsi ruang terbuka hijau (RTH) untuk publik pada wilayah kota paling sedikit seluas 20%.”RTH adalah wilayah perkotaan yang diisi dengan tumbuhan, tanaman,dan vegetasi.Ruang terbuka tersebut memiliki manfaat secara ekologis, sosial, dan estetika,”katanya. Menurut dia, keberadaan GOR bukan sekadar fungsi ekologi dan ekonomi.

RTH dapat menjadi tempat evakuasi utama bila terjadi bencana alam. “Itu patut diperhitungkan, mengingat bencana ekologi sering terjadi,”kata Anwar. Berdasarkan catatan Walhi, Kawasan GOR atau Sport Hall adalah salah satu RTH di Palembang. Luasnya sekitar 5 Hektare. Rencana pengalihfungsian kawasan itu dinilai bertentangan dengan UU No 26/2007 tentang Tata Ruang.

“Seharusnya pemerintah membangun sebanyak mungkin RTH, bukan malah melakukan alih fungsi RTH yang telah ada. Selain itu, meskipun alih fungsi itu dilakukan Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang mengalihfungsikan GOR untuk sarana penunjang SEA Games 2011, mengancam kebutuhan oksigen warga Palembang.

Setidaknya itu suplai oksigen bagi 1.500 orang warga Palembang,” kata Sadat. Menurut Anwar, pencapaian Adipura tidak hanya mengacu bidang kebersihan, tetapi juga hutan, konservasi rawa, dan tata ruang wilayah. Ketiga hal inilah yang sangat penting dan harus diperhatikan Pemkot Palembang. Sebagai penutup, Blog Berita akan memberikan sundulan terlebih dahulu untuk keyword Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah.


0 komentar: