Selasa, 17 Mei 2011

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berencana memanggil PT Elnusa Tbk, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), dan Bank Indonesia (BI) pada Kamis 19 Mei 2011. Pemanggilan itu terkait kasus pembobolan rekening Elnusa di PT Bank Mega Tbk cabang Jababeka.

Menurut Anggota Komisi XI DPR Achsanul Qosasi, pemanggilan pada Kamis dengan agenda meminta keterangan dari pihak Elnusa dan Bapepam-LK. "Rencananya Kamis besok. Kami panggil hanya Elnusa, Bapepam-LK, dan BI. Kami mau dengar dulu keterangan dari Elnusa dan Bapepam-LK," ujarnya melalui sambungan telepon di Jakarta.

Pemanggilan Elnusa, tambah dia, untuk mendengar penjelasan mengenai wewenang dan tugas direktur keuangan Elnusa. "Kami mau tahu, sejauh mana sebenarnya peran direktur keuangan sampai bisa memalsukan dokumen termasuk tanda tangan tersebut," ujar Achsanul.

Selanjutnya, mengenai pemanggilan Bapepam-LK, untuk mendengar penjelasan terkait penempatan dana di luar bank setelah dari Bank Mega. "Kami juga harus tahu, bagaimana pengawasan Bapepam-LK itu," kata dia.

Pihak Bank Mega, menurut Achsanul, tidak diikutsertakan dalam pemanggilan kali ini karena keterangannya sudah diperoleh sebelumnya. "Kami sudah dapat keterangan dari Bank Mega dalam rapat informal yang digelar BI beberapa waktu lalu," tuturnya.

PT Discovery Indonesia dan PT Harvestindo Asset Management tak luput dari pemanggilan. Namun, pemanggilan keduanya baru akan direncanakan setelah hari Kamis. "Kami jadwalkan nanti setelah selesaikan yang ini," kata Achsanul.

Achsanul menuturkan, pengusutan kasus ini harus diungkap hingga tuntas guna menyelamatkan industri perbankan Tanah Air. "Yang penting, bagaimana menyelamatkan perbankan. Bank Mega itu kan bank pribumi. Kalau sampai hancur juga, lantas bagaimana nanti nasib perbankan kita," ujarnya. Demikian informasi dari Blog Berita yang berjudul Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat.


0 komentar: