Rabu, 06 April 2011

Wali Kota Palopo HPA Tenriadjeng

Wali Kota Palopo HPA Tenriadjeng dinilai lamban merespons rekomendasi pimpinan DPRD yang meminta aktivitas tambang galena atau timah hitam di Pelabuhan Tanjung Ringgit dialihkan ke Kawasan Industri Palopo (KIPA). Hingga kemarin, penampungan tambang galena itu masih dipusatkan di areal Pelabuhan Tanjung Ringgit. Praktis, kawasan pelabuhan itu nyaris penuh dengan material tambang yang menggunung. DPRD keberatan dengan hal itu karena biaya penampungan tidak masuk ke kas Palopo, melainkan masuk kas Syahbandar. Adapun kawasan pelabuhan masih menjadi kewenangan Departemen Perhubungan RI.

“Palopo sangat dirugikan dengan penampungan tambang galena di areal pelabuhan itu, sebab tidak memberikan kontribusi bagi pemasukan PAD Palopo,” ungkap Ketua DPRD Palopo Tasik kemarin. Sekitar sebulan lalu, pimpinan DPRD Palopo mengeluarkan rekomendasi kepada Wali Kota agar menutup akses jalan ke pelabuhan bagi truk yang memuat tambang galena dari Kabupaten Toraja Utara (Torut).

Penutupan akses harus dilakukan hingga diperoleh kejelasan dari PT Toraja Makale Mining selaku investor untuk membangun gudang penampungan tambang galena di areal KIPA Palopo. “KIPA Palopo sudah lima tahunan terbentuk, tetapi belum ada aktivitas industri di sana. Masuknya tambang galena di wilayah Palopo untuk dikapalkan lewat Pelabuhan Tanjung Ringgit sangat tepat digudangkan di KIPA,” kata legislator Partai Golkar ini.

Penolakan terhadap aktivitas perusahaan tambang ini tidak hanya datang dari DPRD Palopo. Warga Toraja Utara yang tinggal di sekitar poros Sa’dan-Bolu, juga mengancam akan menutup jalan yang kerap dilalui truk pengangkut tambang timah hitam dari lokasi tambang Sangkaropi. Warga Sangkaropi, yang juga anggota DPRD Toraja Utara, Edy Parura, mengatakan,warga berniat memblokade jalan karena jalur poros Sa’dan-Bolu yang dijadikan jalur angkutan tambang telah rusak parah. Jalur poros itu tidak mampu menahan beratnya truk pengangkut material tambang. Demikian catatan online Blog Berita tentang Wali Kota Palopo HPA Tenriadjeng.


0 komentar: