Senin, 04 April 2011

Mantan narapidana yang kini menjadi dai

Mantan narapidana yang kini menjadi dai, Anton Medan, siap maju menjadi Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI).

Menurutnya, di usianya yang ke-50 tahun, PITI sangat potensial di bidang dakwah Islam dan pemberdayaan ekonomi umat.

"Awalnya saya tidak tertarik (nyalon Ketua PITI), tapi sebagai pencetus imlek sudah saatnya saya ikut benahi PITI. PITI juga kan berangkat dari Medan, jadi saya punya tanggung jawab historis," ungkap Anton, usai mengisi ceramah di Masjid Agung Bandung, Jawa Barat, pekan lalu.

Anton mengakui, begitu dia siap maju jadi calon ketua PITI, sudah ada donatur yang siap masuk. "Jadi ke depan, prinsipnya jika Anton Medan bisa gol atau tidak dalam muktamar," ungkapnya.

Rencananya, tahun depan PITI akan menggelar muktamar pemilihan ketua. Tempatnya antara di Medan,Jawa Barat, Kalimantan Barat. Paska muktamar itulah, kata Anton, PITI akan menggelar rapat kerja, menempatkan pengurus di Bandung, garap AD/ART, hingga menyusun program kerja termasuk pembuatan buku saku sejarah PITI.

Targetnya, dalam dua tahun kepengurusan PITI bisa terbentuk di 14 provinsi di Indonesia. Struktur organisasi diupayakan tak gemuk untuk memudahkan koordinasi. "Tapi sekarang kami siapkan tempat di Medan dulu, itu prioritas," ujarnya.

Anton berharap, kepengurusan PITI diisi oleh orang yang punya ambisi dengan latar belakang baik. Setidaknya diperlukan 68 orang untuk duduk jadi pengurus, termasuk pengurus dari kalangan pribumi. "Sekarang hanya tujuh. Di Jabar hanya ada DPW Karawang," sebutnya. Demikian Berita yang berjudul Mantan narapidana yang kini menjadi dai.


0 komentar: