Rabu, 06 April 2011

Komitmen pemberantasan korupsi

Komitmen pemberantasan korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar patut dipertanyakan. Pasalnya, Kejari menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek sanitasi di tempat pembuangan akhir (TPA) Tamangapa terhitung mulai kemarin.

Padahal,Kejari telah melakukan pendalaman dugaan korupsi tersebut,bahkan melibatkan saksi ahli dari Politeknik. Kepastian penghentian penyelidikan diungkapkan Kepala Seksi Intelijen Kejari Makassar Muhammad Syahran Rauf di ruang kerjanya kemarin. Dia mengaku, tidak cukup alasan melanjutkan perkara proyek yang beranggaran Rp4 miliar itu. “Kerugian negara yang ditimbulkan relatif kecil sehingga kami prioritaskan penyelamatan uang negara.

Jadi penyelidikannya dihentikan,” ungkapnya kepada media, kemarin. Dari dua item proyek di TPA Tamangapa, total kerugian tidak sampai Rp100 juta. Proyek peningkatan kinerja TPA Tamangapa hanya merugikan negara Rp88 juta dan proyek instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dengan nilai kerugian negara Rp10 juta. “Makanya kami berikan waktu sebulan kepada pihak Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) untuk mengembalikan kerugian Negara tersebut.

Di sini akan dilihat itikad baiknya,”katanya. Menurutnya,tidak cukup sebulan, pihak Satuan Kerja Penyehatan Lingkungan Permukiman Dinas Tata Ruang dan Permukiman Sulawesi Selatan telah mengembalikan kerugian negara tersebut. Anggarannya telah dimasukkan ke kas negara untuk pemasukan bukan pajak. “Jadi telah mengembalikan kerugian negara, otomatis penyelidikan kasus dihentikan,” ujarnya. Demikian catatan online Blog Berita tentang Komitmen pemberantasan korupsi.


0 komentar: