Minggu, 20 Maret 2011

Research In Motion (RIM)

Setelah mendapatkan akses informasi dari layanan yang dimiliki Research In Motion (RIM) di Blackberry, pemerintah India kini mendesak perusahaan asal Kanada untuk membuka akses layanan email korporat.

Bahkan, pemerintah India mengultimatum RIM untuk menyerahkan kunci enkripsi layanan email korporat Blackberry hingga 31 Maret mendatang. Jika tidak dipenuhi, India berkeras akan memblokir layanan BlackBerry. Demikian seperti disitat Times of India, Kamis (17/3/2011).

Awal tahun ini, RIM menyerah terhadap tekanan pemerintah India untuk menyediakan akses informasi layanan Blackberry Messenger untuk konsumen. Sebelumnya RIM menegaskan tidak akan membuka akses layanan email korporat. Namun, menyusul ancaman terbaru pemerintah India, bukan tidak mungkin RIM akan berubah pikiran.

India mendesak untuk memonitor layanan komunikasi Blackberry karena khawatir layanan itu akan disalahgunakan kelompok teroris atau militant untuk mengkoordinasi serangan. RIM juga menerima tuntutan serupa dari negara-negara seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Meski begitu, RIM bukan satu-satunya perusahaan yang mendapat desakan dari pemerintah India terkait akses informasi pelanggan. Cisco, Skype dan Nokia juga mengalami nasib serupa.

Nokia kabarnya telah setuju memenuhi tuntutan itu dan kini tengah menguji sistem yang digunakan pemerintah untuk memonitor email konsumen. Demikian catatan online Berita tentang Research In Motion (RIM).


0 komentar: