Rabu, 05 Januari 2011

Rudy William Keltjes

Rudy William Keltjes resmi menjadi catatan sejarah kiprah PSMS. Rudy menjadi salah satu pelatih yang paling cepat mundur dari kubu tim berjuluk Ayam Kinantanlantaran baru memimpin untuk satu pertandingan. Ada apa ? Berada di Medan untuk menukangi PSMS menggantikan posisi pelatih sebelumnya, Zulkarnain Pasaribu sejak 10 Desember lalu, hingga kemundurannya kemarin, Rudy tercatat baru mendekati sebulan menangani Kurniawan Dwi Yulianto dkk. Tapi ternyata, di PSMS, dia belum resmi menjabat sebagai pelatih.

Bisa dibilang dia hanya membantu PSMS selama sebulan lantaran belum adanya kesepakatan yang terjadi antara kedua belah pihak alias hitam di atas putih.Tanpa menandatangani kontrak ataupun surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai suksesor, Rudy bekerja sukarela membantu. “Selama sebulan saya di PSMS, belum pernah ada kejelasan hitam di atas putih. Itu yang saya pertanyakan. Kalau mau profesional,ayo karena saya pelatih profesional. Kalau mau profesional tidak begini, amatiran,” tukasnya di Medan kemarin.

Ya Keltjes pantas saja berang. Selama kiprahnya sebagai pelatih, dia mengaku hanya di PSMS Medan dia terima perlakuan yang di luar logika seperti ini. Dia mensinyalir, pengurus dan manajemen sengaja memperlambat penandatanganan kontraknya dan menunggu hasil pada pertandingan pertama. Menang diteruskan, kalah akan dilengserkan. “Saya bukan pelatih kemarin yang harus di test case (dicoba). Bekerja hampir sebulan tapi tidak dikontrak begini saya tetap mau karena yakin iktikad baik pengurus, tapi nyatanya tidak ada,” tukasnya kesal. Sebenarnya, pernyataan akan mundur dari PSMS sudah pernah terlontar dari bibirnya jauh sebelum kekalahan atas Persih Tembilahan, Senin (3/1) lalu, apabila hingga kemarin kontraknya belum juga diselesaikan, tapi dia berbesar hati menunggu.

“Siapa yang mampu dengan situasi seperti ini?”ucapnya. Sebagai pelatih yang bukan berasal dari Kota Medan dia juga mendapat perlakuan yang tidak sepantasnya.Di usianya yang ke 59 tahun dia harus dengan besar hati dibonceng sepeda motor rekannya pelatih kiper Doni Latuperissa dan Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy ke sana ke mari. Sementara di sisi lain, Pelatih Bintang Medan FC yang berkebangsaan Jerman Michael Feichtenbeiner dan Belanda Robert Roloefsen mendapatkan pinjaman mobil beserta sopir milik salah seorang pengurus PSMS Medan sebagai alat transportasi selama di Medan. Soal rekor melatih, Rudy juga pantas disejajarkan dengan pelatih lain sekaliber Danurwindo, Freddy Muli, Sutan Harhara dan Benny Dolo.Namun di PSMS, tampaknya, mantan bintang Niac Mitra ini hanya dipandang sebelah mata.

“Ya,mau masuk angin yabagaimana lagi.Keadaannya sudah begini,” ucapnya ketika sesorang menanyakan apa dia tidak khawatir sakit naik sepeda motor di usianya yang hampir kepala enam. Menanggapi masalah ikatan kontrak dengan Rudy Keltjes, Sekretaris Umum yang juga merangkap manajer PSMS Idris menyebutkan, semua tidak ada masalah. “Pengurus sudah menyelesaikannya, termasuk gaji selama dia berada di Medan,” sebutnya kemarin. Komentar itu dikeluarkan ketika Rudy sudah tidak lagi di PSMS, tapi nyatanya,Rudy baru disodori draf kontrak yang diminta untuk dipelajari, meski akhirnya Rudy menolak dengan alasan sudah tahu isinya sebagai pelatih yang telah melatih berpuluh-puluh tahun.

“Saya tidak perlu draf, yang saya minta itu kontrak untuk saya tandatangani,” tukas pria yang pernah menukangi PSMS ketika dikelola Sihar Sitorus. Hal lain yang membuat Rudy tidak mau bertahan di PSMS adalah minimnya dana memenuhi kebutuhan tim PSMS yang disebutnya mengaku profesional. “Saya tidak tahan dengan kondisi seperti ini dan saya baru tahu PSMS itu seperti ini sekarang. Demikian catatan online tentang Rudy William Keltjes.


0 komentar: