Sabtu, 22 Januari 2011

Mendadak memanggil semua

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (22/1/2011), mendadak memanggil semua anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum. Selain anggota Satgas, Presiden juga memanggil Menteri Keuangan Agus Martowardoyo dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto.

Informasi ini diperoleh Tribunnews.com, Sabtu, dari orang dalam Istana. "Sore ini Pak SBY memanggil Satgas. Menkeu dan Menkopolhukam juga dipanggil. Kami tak tahu agenda yang dibicarakan dalam pertemuan tertutup itu," ujar sumber yang tak mau disebut namanya itu.

Informasi lain yang dihimpun menyebutkan, semua anggota Satgas, Menkeu, dan Menkopolhukam sudah berada di kediaman pribadi Presiden SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pukul 16.00.

"Pak Menkopolhukam kan tinggal bertetangga dengan Pak SBY. Pak Agus sudah datang dengan mobil dinasnya, RI 20," katanya.

Pemanggilan mendadak ini diduga terkait dengan isu yang kini sedang heboh, yakni pengakuan mantan pegawai pajak Gayus Tambunan yang secara vulgar menyebut Denny Indrayana dan Satgas ikut merekayasa kasusnya.

Gayus yang baru saja divonis tujuh tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, antara lain, mengaku ia dan istrinya dipaksa Satgas untuk mengakui telah bertemu dengan Aburizal Bakrie di Bali.

Informasi terakhir melalui radio Elshinta, Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menyatakan, Presiden sudah menerima laporan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum mengenai pernyataan Gayus.


Kamis, 13 Januari 2011

Sejumlah tentara Israel

Sejumlah tentara Israel, Rabu (12/1/2011), bertindak brutal dengan menghancurkan sebuah sekolah milik Palestina di kota Hebron, Tepi Barat selatan, kata beberapa saksi mata warga Palestina.

Para saksi mata mengatakan, tentara Israel dengan pongah mengepung sekolah tersebut dan memaksa para guru serta siswa untuk keluar sebelum mereka meruntuhkannya. Sekolah sementara itu yang terbuat dari lembaran logam didirikan pada tahun 2005 dan sebanyak sembilan guru mengajar sekitar 50 siswa di sekolah tersebut.

Israel mengatakan, sekolah tersebut didirikan di kawasan C, di mana Israel menguasai keamanan dan pemerintahannya. Pemerintah Nasional Palestina mendesak kedaulatan penuh pada kawasan A dan kekuasaan untuk memerintah di kawasan B. Demikian catatan online Blog SEO tentang Sejumlah tentara Israel.


Rabu, 05 Januari 2011

Rudy William Keltjes

Rudy William Keltjes resmi menjadi catatan sejarah kiprah PSMS. Rudy menjadi salah satu pelatih yang paling cepat mundur dari kubu tim berjuluk Ayam Kinantanlantaran baru memimpin untuk satu pertandingan. Ada apa ? Berada di Medan untuk menukangi PSMS menggantikan posisi pelatih sebelumnya, Zulkarnain Pasaribu sejak 10 Desember lalu, hingga kemundurannya kemarin, Rudy tercatat baru mendekati sebulan menangani Kurniawan Dwi Yulianto dkk. Tapi ternyata, di PSMS, dia belum resmi menjabat sebagai pelatih.

Bisa dibilang dia hanya membantu PSMS selama sebulan lantaran belum adanya kesepakatan yang terjadi antara kedua belah pihak alias hitam di atas putih.Tanpa menandatangani kontrak ataupun surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai suksesor, Rudy bekerja sukarela membantu. “Selama sebulan saya di PSMS, belum pernah ada kejelasan hitam di atas putih. Itu yang saya pertanyakan. Kalau mau profesional,ayo karena saya pelatih profesional. Kalau mau profesional tidak begini, amatiran,” tukasnya di Medan kemarin.

Ya Keltjes pantas saja berang. Selama kiprahnya sebagai pelatih, dia mengaku hanya di PSMS Medan dia terima perlakuan yang di luar logika seperti ini. Dia mensinyalir, pengurus dan manajemen sengaja memperlambat penandatanganan kontraknya dan menunggu hasil pada pertandingan pertama. Menang diteruskan, kalah akan dilengserkan. “Saya bukan pelatih kemarin yang harus di test case (dicoba). Bekerja hampir sebulan tapi tidak dikontrak begini saya tetap mau karena yakin iktikad baik pengurus, tapi nyatanya tidak ada,” tukasnya kesal. Sebenarnya, pernyataan akan mundur dari PSMS sudah pernah terlontar dari bibirnya jauh sebelum kekalahan atas Persih Tembilahan, Senin (3/1) lalu, apabila hingga kemarin kontraknya belum juga diselesaikan, tapi dia berbesar hati menunggu.

“Siapa yang mampu dengan situasi seperti ini?”ucapnya. Sebagai pelatih yang bukan berasal dari Kota Medan dia juga mendapat perlakuan yang tidak sepantasnya.Di usianya yang ke 59 tahun dia harus dengan besar hati dibonceng sepeda motor rekannya pelatih kiper Doni Latuperissa dan Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy ke sana ke mari. Sementara di sisi lain, Pelatih Bintang Medan FC yang berkebangsaan Jerman Michael Feichtenbeiner dan Belanda Robert Roloefsen mendapatkan pinjaman mobil beserta sopir milik salah seorang pengurus PSMS Medan sebagai alat transportasi selama di Medan. Soal rekor melatih, Rudy juga pantas disejajarkan dengan pelatih lain sekaliber Danurwindo, Freddy Muli, Sutan Harhara dan Benny Dolo.Namun di PSMS, tampaknya, mantan bintang Niac Mitra ini hanya dipandang sebelah mata.

“Ya,mau masuk angin yabagaimana lagi.Keadaannya sudah begini,” ucapnya ketika sesorang menanyakan apa dia tidak khawatir sakit naik sepeda motor di usianya yang hampir kepala enam. Menanggapi masalah ikatan kontrak dengan Rudy Keltjes, Sekretaris Umum yang juga merangkap manajer PSMS Idris menyebutkan, semua tidak ada masalah. “Pengurus sudah menyelesaikannya, termasuk gaji selama dia berada di Medan,” sebutnya kemarin. Komentar itu dikeluarkan ketika Rudy sudah tidak lagi di PSMS, tapi nyatanya,Rudy baru disodori draf kontrak yang diminta untuk dipelajari, meski akhirnya Rudy menolak dengan alasan sudah tahu isinya sebagai pelatih yang telah melatih berpuluh-puluh tahun.

“Saya tidak perlu draf, yang saya minta itu kontrak untuk saya tandatangani,” tukas pria yang pernah menukangi PSMS ketika dikelola Sihar Sitorus. Hal lain yang membuat Rudy tidak mau bertahan di PSMS adalah minimnya dana memenuhi kebutuhan tim PSMS yang disebutnya mengaku profesional. “Saya tidak tahan dengan kondisi seperti ini dan saya baru tahu PSMS itu seperti ini sekarang. Demikian catatan online tentang Rudy William Keltjes.