Senin, 27 Desember 2010

Konflik berkepanjangan

Konflik berkepanjangan yang mendera Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) rupanya terus meruncing. Bisa jadi 'ketegangan' itu berimbas munculnya rasa kebingungan di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU), menyusul telah digelarnya Muktamar III PKB pro Gus Dur di Surabaya dan menobatkan Yenny Wahid sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPP PKB.

Ketua Tanfidz Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Mutawakkil Allalah, menyarankan perseteruan di tubuh PKB segera diakhiri. "Saya yakin konflik ini bisa selesai dengan jalan duduk bersama," kata Mutawakkil, Senin, 27 Desember 2010.

Mutawakkil menyarankan, duduk bersama diartikan dengan melibatkan kiai yang dipandang bisa menjadi jembatan terciptanya perdamaian. Menurut dia, bagaimanapun kelahiran PKB adalah hasil buah pikiran para ulama.

"Itu perlu diingat. Misalnya, dengan meminta kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menjadi penengah," katanya.

Dia menilai, PKB pro Muhaimin secara legal memang telah diakui oleh pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM. Namun, menurut dia, PKB pro Gus Dur tidak boleh dipandang sebelah mata perjuangannya menegakkan ajaran KH Abdurrahman Wahid sebagai pendiri.

Menurut dia, konflik di tubuh partai 'Bintang Sembilan' tersebut jika terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan membuat PKB 'terganjal' dengan target parliamentary threshold sebesar lima persen yang dirancang parlemen saat ini.

"Mari berpikir dan berjuang membesarkan PKB, bukan mengedepankan ego masing-masing. Kemudian, dengan satria duduk bersama pihak yang 'berkonflik' dan meminta PBNU sebagai penengah. Pasti selesai dan warga NU biar nggak tambah bingung," kata Mutawakkil. Demikian catatan online Blog katro tentang Konflik berkepanjangan.


0 komentar: