Jumat, 05 November 2010

Komnas HAM

Komnas HAM berencana akan bertemu DPR dalam rapat paripurna yang akan digelar pada hari Selasa pekan depan untuk mengusulkan pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) kekerasan yang dilakukan oknum TNI kepada warga Papua.

Komnas HAM akan menyerahkan bukti kesaksian korban kekerasan tersebut. Menurut Ridha Saleh, komisioner Komnas HAM, pihaknya akan berusaha untuk menayangkan video kesaksian dari korban kekerasan yang berdurasi sekitar 30 menit tersebut.

Video kesaksian ini akan menjadi bahan pertimbangan DPR dalam memutuskan perlu tidaknya TPF dibentuk. "Tadi kan teman-teman dari Papua sudah memberikan video itu. Itu akan jadi bukti kesaksian dan pasti nanti akan saya perlihatkan dalam rapat paripurna," ujar Ridha saat menerima perwakilan masyarakat Papua di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (5/11/2010).

Staf Dewan Adat Papua, Markus Haluk, yang datang ke Komnas HAM menuntut agar pelaku di balik kekerasan tersebut diungkap. Mereka juga menuntut adanya pengadilan HAM ad hoc.

"Penyiksaan ini sudah lama terjadi, dari tahun 2004. Tiap tahun pasti ada yang mati. Masalahnya yang disiksa itu semua sipil, tidak ada OPM. Makanya kami minta supaya otak di balik ini diungkap," ujarnya. Demikian informasi dari blog info tentang Komnas HAM.


0 komentar: