Kamis, 29 Juli 2010

Warga Tinggalkan Tabung Gas

Sejumlah warga di Kabupaten Gowa mulai beralih dari kompor gas elpiji ke minyak tanah.Warga takut dengan adanya informasi yang beredar bahwa sejumlah tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram (kg) tanpa label standar nasional Indonesia (SNI) beredar di Kabupaten Gowa.

“Kami takut jika tabung ilegal yang tak berlabel beredar, warga kenaimbas dengan terjadinya ledakan tabung gas seperti yang terjadi selama ini,”ungkap Handina,warga Kelurahan Katangka,kemarin. Dia mengaku akan tetap memasak dengan menggunakan minyak tanah hingga pemerintah mengeluarkan pernyataan resmi jika tabung gas tiga kg aman digunakan, termasuk yang beredar di Kabupaten Gowa.

Hal yang sama juga diungkapkan warga Kelurahan Katangka, Mahtial, 46. Dia juga terpaksa beralih dari kompor gas dan memasak menggunakan kayu bakar. Sama dengan Handina, Mahtial juga khawatir apabila kompor gasnya sewaktu-waktu bisa meledak. “Saya sangat takut. Jangan sampai ledakan itu saya alami juga. Karena itu, saya lebih memilih kayu bakar. Cukup mengumpulkan ranting, menggunakan sedikit minyak tanah, kita sudah bisa memasak,”ungkapnya. hariagsutomo's Profile on Ping.sg

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gowa Abdul Kahar Atjo mengaku akan merazia tabung gas ukuran tiga kg yang ada di Kabupaten Gowa. Langkah itu untuk memastikan tabung gas di Kabupaten Gowa aman dari kemungkinan meledak. Hanya, sampai saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk razia tersebut dari Wakil Bupati Gowa Abdul Razak Badjidu.“Kami akan razia. Kami sementara menunggu kesiapan Wakil Bupati,” pungkas Kahar.


0 komentar: