Kamis, 29 Juli 2010

Sinjai Caplok Wilayah Bulukumba

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai dinilai mencaplok wilayah Bulukumba. Daerah yang diduga dicaplok,yakni Desa Tabbuakang, Kecamatan Kindang,dan Dusun Sapanang,Dusun Batualang,Desa Sapanang,Kecamatan Kajang.

Klaim batas wilayah tersebut membuat Pemkab Bulukumba menggelar rapat koordinasi dengan kepala desa (kades),Camat Kindang,serta Camat Kajang. Dalam rapat terungkap wilayah yang dicaplok Pemkab Sinjai tak memiliki dasar hukum yang kuat.Pencaplokan wilayah tersebut hanya berdasarkan peta bumi. Pemkab Bulukumba mengklaim wilayah Tabbuakang di Kecamatan Kindang memilik bukti kuat.

Selain peta topografi yang dibuat pada zaman Belanda, Desa Tabbuakang secara de facto sejak masa kerajaan sudah dikuasai Bulukumba secara turun-temurun. “Selain itu,ada bukti lain kepemilikan tanah di Dusun Jannayyah yang terbit pada 1977 lalu,” kata Kepala Bagian Umum Pemkab Bulukumba Umrah Aswah di ruang tamu Wakil Bupati (Wabup) Bulukumba Padasi kemarin.

Dia mengungkapkan,Dusun Sapanang dan Dusun Batualang yang berada di Desa Sapanang, Kecamatan Kajang, memiliki bukti batas wilayah Bulukumba berupa SPPT.Wilayah ini juga masuk dalam kekuasaan kawasan tanah adat Kajang.“Tidak ada alasan bagi Pemkab Sinjai mengklaim tapal batas di tiga dusun tersebut,”ujarnya. Dalam rapat tersebut juga terungkap masih ada bukti lain,yakni kepemilikan irigasi Dangrehang di Dusun Sapanang.

Irigasi tersebut dibangun Pemkab Bulukumba pada 1970-an.Wilayah itu juga masuk dalam kawasan adat Gallarang Sappaya. Dari aspek sosial, masyarakat di dusun itu tidak pernah merasa masuk di wilayah Sinjai dan tak berkeinginan masuk kabupaten yang saat ini dipimpin Andi Rudiyanto Asapa ini. Sementara itu, dari aspek hukum, pelayanan kepada masyarakat masuk di wilayah Bulukumba, termasuk dalam pembuatan kartu tanda penduduk (KTP).

Sengketa batas wilayah di dua kabupaten bertetangga ini terjadi ketika Pemkab Sinjai membuat Program Tanaman Hutan Rakyat (Tahura) pada 2006.Pemkab Sinjai menganggap wilayah tersebut masuk di wilayahnya berdasarkan peta bumi.Peta tersebut dibuat Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bako Surtanal).

“Untuk mencari solusi, permasalahan ini akan difasilitasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. Kalau sampai tidak ada jalan keluarnya, akan diambil alih pemerintah pusat,”katanya. Kades Sapanang Hoddang mengatakan, total warga di Dusun Sapanang dan Dusun Batualang berjumlah 70 KK.Mereka menolak dusunnya masuk ke wilayah Kabupaten Sinjai. “Kami tidak akan biarkan wilayah ini diambil Sinjai sampai kapan pun,”tuturnya.

Camat Kajang Sudirman Mangkona menyatakan masyarakat di Kecamatan Kajang siap mempertahankan wilayah yang diklaim KabupatenSinjaitersebut.“ Kamiakan mempertahankan wilayah ini. Kalau Sinjai bersikeras, kami siap mempertahankan wilayah ini. Sebab,duadusuninimasukkawasan tanah adat Tanatoa,”pungkasnya.


Warga Tinggalkan Tabung Gas

Sejumlah warga di Kabupaten Gowa mulai beralih dari kompor gas elpiji ke minyak tanah.Warga takut dengan adanya informasi yang beredar bahwa sejumlah tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram (kg) tanpa label standar nasional Indonesia (SNI) beredar di Kabupaten Gowa.

“Kami takut jika tabung ilegal yang tak berlabel beredar, warga kenaimbas dengan terjadinya ledakan tabung gas seperti yang terjadi selama ini,”ungkap Handina,warga Kelurahan Katangka,kemarin. Dia mengaku akan tetap memasak dengan menggunakan minyak tanah hingga pemerintah mengeluarkan pernyataan resmi jika tabung gas tiga kg aman digunakan, termasuk yang beredar di Kabupaten Gowa.

Hal yang sama juga diungkapkan warga Kelurahan Katangka, Mahtial, 46. Dia juga terpaksa beralih dari kompor gas dan memasak menggunakan kayu bakar. Sama dengan Handina, Mahtial juga khawatir apabila kompor gasnya sewaktu-waktu bisa meledak. “Saya sangat takut. Jangan sampai ledakan itu saya alami juga. Karena itu, saya lebih memilih kayu bakar. Cukup mengumpulkan ranting, menggunakan sedikit minyak tanah, kita sudah bisa memasak,”ungkapnya. hariagsutomo's Profile on Ping.sg

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gowa Abdul Kahar Atjo mengaku akan merazia tabung gas ukuran tiga kg yang ada di Kabupaten Gowa. Langkah itu untuk memastikan tabung gas di Kabupaten Gowa aman dari kemungkinan meledak. Hanya, sampai saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk razia tersebut dari Wakil Bupati Gowa Abdul Razak Badjidu.“Kami akan razia. Kami sementara menunggu kesiapan Wakil Bupati,” pungkas Kahar.


Selasa, 27 Juli 2010

Posisi Farouk M Betta Masih Kuat

Peluang Farouk M Betta memenangi kursi Ketua Golkar Makassar di musyawarah daerah (musda) mendatang masih cukup kuat.Prediksi ini tergambar melalui hasil rapat pleno diperluas DPD II Partai Golkar Makassar yang digelar Sabtu (24/7).

Rapat pleno yang diikuti pengurus harian Partai Golkar Makassar dan pimpinan kecamatan tersebut menyepakati mempertahankan pelaksana tugas Ketua Golkar Makassar Ambas Syam dari jabatannya.Sebelumnya DPD I mewacanakan mengganti Ambas Syam karena dia bukan lagi pengurus harian Golkar.

Farouk dinilai masih kuat karena peserta rapat pleno itu secara aklamasi menentang keinginan DPD I.Sudah rahasia umum bahwa Ambas selama ini lebih berafiliasi ke Farouk bagian dari “gerbong” mantan Ketua Golkar Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Farouk yang dimintai tanggapan terkait peluangnya yang masih kuat itu enggan berkomentar banyak.

“Silakan saja kalau analisis seperti itu,”katanya melalui pesan pendek telepon seluler kemarin. Sementara itu, Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel Arfandy Idris mengatakan, DPD I tidak pernah menganggap Farouk sebagai lawan atau ancaman di musda karena dia adalah kader Golkar.“DPD I tidak pernah ada masalah dengan siapa pun kader yang ingin maju di musda. Farouk itu juga kader,” ujarnya. Dia balik menuding Golkar Makassar terlalu responsif terhadap wacana penggantian Ambas.

Menurut dia, sejauh ini DPD I belum mengeluarkan SK penggantian Ambas. Menurutnya, wacana tidak sepantasnya dilawan dengan mekanisme partai,seperti menggelar rapat pleno. “Itu baru wacana yang berkembang, belum secara legal formal. Tetapi, Golkar Makassar malah merespons berlebihan,” tutur Arfandy.

Ketegangan Golkar Makassar dengan Golkar Sulsel mencuat sepekan terakhir menyusul wacana mengganti Ambas. Wakil Ketua DPD I Moh Roem berpendapat, Ambas selayaknya diganti karena dia tidak lagi menjadi pengurus harian. Sementara Ambas menilai DPD I melanggar jika dia diganti, sebab aturan penggantiannya tidak ada dalam juklak partai dan peraturan organisasi.

Ambas ngotottidak mau diganti karena SK pengangkatannya mengamanatkan agar dia melaksanakan musda luar biasa sampai terbentuk struktur kepengurusan Golkar Makassar yang baru. Dia justru menuding Golkar Sulsel yang tidak mau merespons permintaan Golkar Makassar menggelar musda.

“Sudah tujuh kali kami bersurat ke DPD I memohon agar musda digelar.Namun,surat itu tidak pernah dijawab.Ini ada apa?” tuturnya. Pertarungan di musda nanti dipastikan akan melibatkan Farouk M Betta melawan kepentingan DPD I yang diwakili calon ketua Supomo Guntur dan Haris Yasin Limpo. Kekuatan Farouk sejauh ini dinilai kuat karena mengantongi sebagian besar hasil pleno pimpinan kecamatan yang menyatakan mendukungnya di musda.


Senin, 26 Juli 2010

Prabowo Ikut Deklarasi Cawali Depok

Empat pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota sudah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok untuk ikut dalam Pemilukada 16 Oktober 2010.

Wajah – wajah lama masih mewarnai bursa pencalonan seperti Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail, Wakil Wali Kota Depok Yuyun Wirasaputra, mantan Wali Kota Depok
Badrul Kamal, hingga Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Gagah Sunu Soemantri.

Salah satu pasangan yang diusung oleh koalisi 15 partai politik, yakni Yuyun Wirasaputra dan Pradi Supriyatna yakin menang dalam Pemilukada. Bahkan, pasangan tersebut
mengklaim akan mendatangkan Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gerindra Prabowo Subianto pada saat deklarasi akbar awal Agustus mendatang.

“Saya menginginkan tanggal 1 Agustus nanti waktu deklarasinya. Pak Prabowo juga akan datang dalam deklarasi nanti, sudah fix,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra Depok Pradi, Senin (26/7/2010).

Mengenai kisruh dukungan yang diberikan DPC Hanura Kota Depok kepada dua pasangan, Pradi menegaskan pihaknya telah mendapat persetujuan lebih awal. Selain itu, kata
Pradi, mereka juga mendaftar lebih awal dari pasangan lain.

“Kami yang mendaftar lebih dulu ke KPU, jadi Hanura dukung ke kami bukan ke yang lain (pasangan Badrul Kamal dan Supriyanto),” tegasnya.

Pemilukada Depok diramaikan oleh empat pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota di mana tiga pasangan dari partai politik dan satu pasang dari jalur independen. Artis pun ikut meramaikan Pemilukada Depok, yakni Derry Drajat yang maju menjadi calon wakil wali kota Depok melalui jalur independen


Sabtu, 24 Juli 2010

Ingin Kekasih Pria 'Bule' Bermata Biru

Menurut grandong bahwa Asmirandah tengah mencari kekasih. Ia ingin pria berwajah imut, bermata biru dan 'bule' (orang asing). Alasannya?"Aku cari yang imut (sambil tertawa). Tapi sebenarnya belum kepikiran saja. Maunya cari cowok yang benar. Empat tahun lagi nanti dikasih tahu deh pacarnya," ungkap Asmirandah, saat ditemui di Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (26/3).

Menurut Type Approval Indonesia bahwa Asmirandah secara tak langsung menyatakan belum ingin menikah muda. Sesungguhnya, ia mengaku masih ingin mengejar cita-citanya dulu. "Nggak ada niat nikah muda, kejar cita-cita dulu," paparnya tersenyum. Lalu Jonas itu siapa? Bukannya cinta lokasi di sinetron Kemilau Kamila? "Ah, semua artis kalau dipasangkan berdua pasti bilangnya cinta lokasi. Pastinya kalau karakter fisik pengennya yang kayak papaku dan kakakku. Bule banget. Tapi nggak tahu deh. Pengennya yang blue eyes. Cariin dong," katanya sambil tertawa.

Menurut Berita Utama bahwa Asmirandah paling konsisten dalam menjaga stamina tubuhnya. Tak hanya istirahat, olahraga dan teratur konsumsi vitamin, Asmirandah menjaga pola makan dan makanannya. Itu biar tak keracunan. "Alhamdulillah aku nggak pernah kecapekan, dan sampai sakit yang bagaimana. Sekalipun pernah sakit, gara-gara aku keracunan makanan," ungkapnya. Tak hanya itu, Asmirandah juga teratur istirahat, olahraga dan mengkonsumsi vitamin."Aku sangat jaga stamina tubuhku. Aku paling lari. Selebihnya, aku nggak pernah lepas dari vitamin," pungkasnya


Kamis, 22 Juli 2010

Motherboard Dell Disisipi Malware

Sejumlah motherboard Dell dilaporkan telah terinfeksi oleh malware dengan cara disuntikkan ke firmware yang tertanam manajemen server. Menurut grandong bahwa Kode Malware telah terdeteksi pada manajemen server firmware," jelas juru bicara Dell "Matt M' melalui postingan blog, yang dikutip Softpedia, Kamis (22/7/2010). Dikatakan juga oleh juru bicara Dell tersebut bahwa mereka mengakui telah menerima laporan dari beberapa pelanggan yang berhubungan dengan keamanan data.

"Kami mengambil tindakan informasi keamanan yang sangat serius dan percaya dampak terhadap informasi keamanan ke pelanggan akan tekan sekecil mungkin," sebut Matt. Namun demikian menurut Type Approval Indonesia, sistem yang menjalankan sistem operasi non-Windows tidak rentan terhadap malware ini dan masalah ini tidak ada pada motherboard yang dikirimkan dengan sistem PowerEdge.

Namun menurut Berita Kita bahwa peneliti senior Sophos Graham Cluley berpendapat bahwa insiden, yang menurut Dell relatif terbatas cakupannya, bukan pertanda baik bagi perusahaan.? Meski diyakini bahwa malware hanya mempengaruhi sistem operasi berbasis Windows, ini masih memalukan untuk Dell, karena pertanyaanya adala apakah pengukuran kualitas kontrol cukup ketat di tempat untuk mencegah kode yang tidak sah dari pengiriman dengan perangkat keras mereka," ujar Cluley ragu.


Kamis, 08 Juli 2010

Demi Lalu Lintas Laut,Tinggalkan Anak Istri

Sunardi rela meninggalkan keluarga demi tugas menjaga Menara Suar Distrik Navigasi Belawan.


Keberadaan lampu di menara suar sangat penting.Membantu mengarahkan rute pelayaran pada malam hari. Terlebih bagi kapal yang tidak dilengkapi radar.

TAPI, sayangnya, tidak banyak orang yang peduli dan tahu dengan petugas yang mengendalikan lampu di menara suar itu. Adalah Sunardi, 46 tahun. Pria yang tinggal di Pasar 12, Marendal, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang ini mengaku telah bertugas di pulau terpencil itu menjaga dan menghidupkan lampu suar sejak 1983.

Selama 27 tahun bertugas di pulau terpencil berbagai kenangan dan kisah sedih dialami. Pertama kali ditugaskan Sunardi mengaku kaget. Bagaimana tidak,dirinya harus bertahan hidup di pulau yang tidak berpenghuni, penuh dengan kesunyian. Dia hanya tinggal bersama tiga orang rekannya sesama petugas navigasi Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut persisnya pada Menara Suar Distrik Navigasi Belawan Pulau Berhala. ”Dulu waktu pertama saya bertugas tahun 1983, kondisi Pulau Berhala tidak seperti ini. Belum ada pasukan Marinir yang menjaga pulau ini. Saya hanya tinggal bersama rekan petugas navigasi,” ujar Sunardi.

Pulau Berhala, sebutnya, tidak pernah dikunjungi orang.Karena hutannya yang lebat, sehingga orang takut berkunjung. Tak pelak seminggu ditugaskan di Pulau Terpencil, pikirannya ingin kembali ke rumah. Namun apalah daya, tidak ada kapal yang bersandar ke pulau yang luasnya 2,5 kilo meter persegi itu.”Mau tak mau kita harus bertahan. Meski kondisinya sangat sunyi dan sepi,” sebutnya. Namun karena mengemban tugas menjaga lalu lintas laut,Sunardi pun berupaya tegar dan tabah. Kedaan seperti itu dia lokoni hingga sekarang ini. Pria yang hanya lulusan SMA ini menyebut, tugas di pulau terpencil menjaga menara suar ada enak dan tidak enaknya. Tidak enaknya, sepi, tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga dan tidak bisa bebas keluar. Soalnya, tidak ada alat transportasi. Sebelum saya melanjutkan artikel ini, saya akan memberika dukungan sitemap untuk blog kawan saya:

ilmu rayap



Type Approval Indonesia



Nggo Kontes



Berita Kita



Dunia Berita



Hari™



Berita Terkini



Leak



Type Approval Partnership



Brita Utama



Reuni17



Xipoq



Indonesia Type Approval



SEO Blogger Blogspot



grandong blog



Berita Terkini



Sedangkan enaknya, tidak banyak keluar ongkos dan jam kerja tidak terikat. Untuk menghidupkan lampu menara suar di Pulau Berhala, Sunardi harus naik turun anak tangga yang jumlahnya mencapai 758 anak tangga. Belum lagi naik ke menara suar yang tinggi mencapai 25 meter. ”Dibutuhkan stamina dan fisik yang kuat.Kalau tidak bisa oyong. Inilah yang saya jalani setiap hari,” ucap Sunardi sambil menunjuk ke arah menara suar. Disebutkan Sunardi lagi, pengalaman paling berkesan menjaga menara suara di Pulau Ujung Tamiang dan Jambu Aye Aceh pada tahun 1990-an.Ketika itu, Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sedang marak-maraknya. Seringkali anggota GAM datang ke kedua pulau itu dan menghampirinya. ”Waktu musim GAM, setiap hari jantungan.

Bahkan kalau malam saya tidak bisa tidur. Khawatir didatangi anggota GAM dari luar,” lanjutnya. Anggota GAM yang datang menghampirinya biasanya minta bahan bakar minyak (BBM), air bersih dan bahan makanan lainnya. Setiap kali diminta, Sunardi selalu memberi, sebab takut diganggu GAM.Tapi,untungnya,selama tugas di kedua pulau itu, anggota GAM tidak pernah menganggu. Selama 26 tahun bertugas dengan meninggalkan anak dan istri, Sunardi punya cara tersendiri untuk menghilangkan penyakit jenuh.Dia pun banyak melakukan aktivitas. Mulai dari pagi hari mematikan lampu di menara suar, bercocok tanam dan mencari penghasilan tambahan.

Seperti di Pulau Ujung Tamiang dan Jambu Aye Aceh dengan mencari kepiting dan mencari ikan ditambak. Hal senada juga dirasakan Andri. Petugas navigasi yang tinggal di Medan Marelan ini ketika pertama kali ditugaskan di pulau terpencil juga mengaku kaget. Tapi kini sudah terbiasa. ”Yang paling berat itu, menghilangkan rasa rindu dengan anak dan keluarga,” paparnya. Andri yang mendapat tugas bersama Sunardi ini mengatakan, kesedian sangat terasa bertugas di pulau terpencil ketika tiba bulan Ramadan dan Lebaran.

Di saat-saat umat Islam bergembira dan kumpul dengan keluarga, dirinya hanya bertiga tinggal di pulau yang sepi dan sunyi. Begitupun keduanya mengaku bangga mendapat kepercayaan menjaga lampu suar di pulau terpencil. Baginya, apa yang mereka lakukan memberi manfaat besar bagi orang lain.Namun yang mereka sedihkan, banyak yang tidak peduli dengan petugas suar di pulau terpencil termasuk pemerintah. Soalnya, sama sekali tidak ada gaji tambahan. Malah uang makan pun dipotong. ”Kami hanya minta perhatian pemerintah. Jangan seperti selama ini, sering dijanjikan akan ada gaji tambahan, tapi tidak pernah terbukti.

Malah uang makan yang mestinya kami terima Rp900.000 perbulan, yang dibelanjakan orang kantor hanya sekitar Rp700.000,” bebernya.


Tiga Pelaku Politik Uang Masuk DPO

Polres Mandailing Natal (Madina) sudah mengindentifikasi tiga orang yang diduga menjadi pelaku politik uang (money politic) hingga mengakibatkan Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan hasil Pilkada Madina. Menurut Belajar HTML bahwa Ketiga orang itu kini masuk daftar pencarian orang (DPO) Polres Madina. Ketiga orang itu yakni Edi Parlauangan, Mujallo Rangkuti, Ibnu Hajar Nasution. Ketiganya adalah anggota Tim Pemenangan calon Bupati –Wakil Bupati Madina, Hidayat Batubara–Dahlan Hasan Nasution Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan mengatakan, mereka diduga kuat sebagai pelaku politik uang. ”Saya sudah membuat laporan DPO ke Polda Sumatera Utara,” tegas Hirbak kepada harian Seputar Indonesia (SI) saat dihubungi melalui telepon genggamnya kemarin.

Menurut im.eyeeagle bahwa Pihaknya juga sudah melayangkan surat pemanggilan kepada ketiganya.”Bahkan saya sudah menyuruh tim untuk mengejar sampai ke Kabupaten Padanglawas (Palas), karena berdasarkan informasi, ketiga orang tersebut berdomisili di Palas,”ungkapnya. Lebih lanjut dia mengatakan, dari awal pihak kepolisian terus melakukan tindakan-tindakan hukum. Namun karena terkendala dengan pemanggilan saksi sehingga kasus tersebut belum bisa diselesaikan. Seharusnya kasus ini dapat tuntas, namun karena tidak ada kerja sama yang baik dari ketiga orang itu, sehingga penyelidikan masih tersendat. Saat ini Polres Madina sudah melakukan kerja sama dengan polres lainnya untuk membantu mengejar ketiga orang dimaksud.

Saya mengimbau kepada ketiga orang tersebut agar segera menyerahkan diri dan mau memenuhi penggilan polisi untuk dimintai keterangan, ujarnya. Menurut informasi yang diteima Banaspati bahwa Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Madina AKP Sarluman Siregar menyebutkan, ketiga orang itu masih terus dikejar. Kami sudah mendatangi rumah mereka yang ada di Palas, tapi ketika kami ke sana,mereka tidak berada di tempat,” ujarnya. Namun yang pasti ketiga orang yang menjadi DPO tersebut merupakan karyawan salah satu perusahaan sawit yang berada di Palas. Dia berharap masyarakat mau berkerjasama memberikan informasi mengenai ketiga orang yang menjadi buronan polisi itu.

Sementara itu menurut Nggo Kontes bahwa , Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara Irham Buana Nasution mendukung persoalan politik uang ini dituntaskan lewat jalur hukum. Bahkan dia mendorong panitia pengawas (panwas) untuk segera menindaklanjuti pelanggaran tersebut. Perlu diketahui dalam UU No12/ 2008 perubahan dari UU No 32/ 2004 pasal 117 ayat 2 menegaskan, setiap orang yang dengan sengaja melakukan politik uang dalam pilkada diancam dengan pidana penjara paling singkat dua bulan, dan paling lama 12 bulan. Serta denda paling sedikit Rp1 juta dan paling banyak Rp10 juta.

Putusan MK yang membenarkan bahwa poltik uang sebagai penyebab diulangnya Pilkada Madina dapat dijadikan bukti awal dibawanya kasus tersebut ke ranah hukum. Untuk itu peran panwas dan kepolisian yang berwenang mengusutnya. Mnurut grandong bahwa Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nur Hidayat Sardini mengatakan, pihaknya melalui Panwas Pilkada Madina sudah bekerja dan melaporkan pelanggaran politik uang ke kepolisian. Siapa yang bilang seperti itu. Panwas sudah bekerja dan Bawaslu sudah menurunkan tim langsung ke daerah. Panwas sudah laporkan pelanggaran politik uang di Madina ke kepolisian, ungkap Hidayat Sardini.

Polda Sumut juga mendukung kasus politik uang ini bisa diselesaikan lewat jalur hukum. Saat ini polda masih menunggul laporan dari Panwas Pilkada Madina. menurut Berita Utama bahwa Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharudin Djafar mengatakan, laporan dari panwas itulah menjadi dasar pihaknya untuk meneliti apakah, unsur politik uang yang dinyatakan oleh MK merupakan tindak pidana dan memenuhi unsur untuk diproses sesuai hukum atau tidak. Perlu diketahui modus politik uang ini dilakukan dengan cara pemberian voucher bernilai Rp20.000, Rp30.000 dan Rp100.000 kepada warga. Diduga kuat, politik uang tersebut, dilakukan tim relawan dari pasangan calon nomor 6 (Hidayat Batubara– Dahlan Hasan Nasution).

Hal itu terjadi hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Madina. Menurut Dolpin bahwa Gubenur Sumatera Utara Syamsul Arifin segera memanggil KPU Madina dan KPU Sumut membahas putusan MK yang memutuskan agar Pilkada Madina diulang. Secara aturan hukum, ujar mantan Bupati Langkat ini, pilkada diulang adalah sah.”Itu sahsah saja, sebab MK merupakan lembaga konstitusi tertinggi dalam memutus sengketa pilkada,” sebutnya. Sedangkan KPU Madina mengaku siap menggelar pilkada ulang. Ketua KPU Madina Jefri Antoni menegaskan, pihaknya siap untuk menyelenggarakan pemungutan suara ulang.

Namun dia juga mengaku kecewa dengan keputusan MK, menurut informasi yang diteriama Solusi. Sekarangpun kami siap untuk melaksanakan pemilihan ulang, tegasnya. Langkah awal yang dilakukan dalam beberapa hari ke depan akan melakukan koordinasi dengan intansi terkait seperti Pemkab Madina, DPRD, dan pihak kepolisian.