Kamis, 25 Februari 2010

Warga Cilacap Nikah Siri Didata

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap, Jawa Tengah akan mendata warga yang menikah siri. Pendataan ditargetkan selesai akhir tahun ini.

Warga yang menikah siri akan dicatat di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. “Pendataan ini dilakukan agar anak hasil nikah siri dapat mengurus akta kelahiran dengan mudah,” tandas Wakil Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji kemarin. Tatto mengaku, selama ini anak hasil nikah siri tidak tercatat dalam lembaran negara sehingga sulit memperoleh akta kelahiran. Untuk menyukseskan kebijakan tersebut, Tatto mengaku telah menginstruksikan kepada bawahannya mulai tingkat kecamatan hingga pedesaan untuk mendata warga yang menikah siri.

“Kami juga menganjurkan warga agar meresmikan pernikahan dengan melibatkan pegawai KUA,” ungkapnya. About bertanya, berapa jumlah warga yang menikah siri di Kabupaten Cilacap, Tatto mengaku belum mengetahui secara pasti. Ketua Forum Perlindungan Anak (FPA) Kabupaten Cilacap Sani Ariyanto mengaku sangat mendukung langkah pendataan terhadap warga yang menikah siri tersebut.“Kami menyambut baik kebijakan yang dilakukan Pemkab Cilacap ini,”ucapnya. Upaya tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap anak hasil nikah siri agar dapat memperoleh legalitas berupa akta kelahiran.

“Sebab anak hasil nikah siri seringkali kesulitan memperoleh akta kelahiran,” katanya. Dia menilai, sejauh ini kesadaran masyarakat Kabupaten Cilacap dalam mengurus akta kelahiran anaknya sangat rendah. Berdasarkan data FPA Cilacap, dalam kurun waktu 2007-2008 sedikitnya 48.000 anak yang belum memiliki akta kelahiran.


0 komentar: