Kamis, 25 Februari 2010

Pembebasan Lahan BKT Terkendala Harga

Proses pembebasan lahan kering proyek Banjir Kanal Timur (BKT) terkendala besaran nilai jual objek pajak (NJOP) tanah per 2010. Akibatnya Pemprov DKI Jakarta belum bisa melakukan pembayaran untuk lahan kering tersebut. ”Saat ini yang cukup menjadi kendala dalam proses yakni belum ada ketetapan tentang NJOP 2010 sehingga kami agak sulit dalam melakukan pembayaran meskipun proses pengukuran dan penghitungan tanah di lapangan terus kami lakukan,” kata Prijanto di Balai Kota kemarin. Prijanto mengatakan, di wilayah Jakarta Timur empat kelurahan yang sudah diinventarisasi per bidang tanah. Saat ini memasuki tahap sosialisasi pada warga pemilik tanah. Padahal di Jakarta Timur ada 11 kelurahan yang terkena pembebasan lahan kering.

Sedangkan di Jakarta Utara inventarisasi sudah tuntas yakni terdapat 163 bidang tanah. ”Dari hasil inventarisasi sudah ada 163 bidang tanah untuk lahan kering yang akan dibebaskan oleh Tim Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Jakarta Utara,”ungkapnya. Dia menyatakan, jumlah bidang tanah untuk lahan kering BKT di Jakarta Utara jauh lebih sedikit dibanding Jakarta Timur. Karena itu, kemungkinan besar pembebasan lahan di Jakarta Utara bakal lebih cepat dibanding Jakarta Timur. Dari 163 bidang tanah tersebut, 26 di antaranya merupakan aset Pemprov DKI yang difungsikan untuk fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum).

Sedangkan 147 bidang lainnya, yakni 76 di Marunda dan 48 bidang di Rorotan, dua di antaranya siap bayar. Adapun untuk tanah yang sudah dipastikan akan dikonsinyasi ada 23 bidang. Sebanyak 13 bidang di Marunda sudah dalam proses di Dinas Pekerjaan Umum DKI, tujuh bidang dalam proses pemberkasan, dan tiga bidang lainnya di Rorotan masih dalam proses pemberkasan. Sekretaris Kota Jakarta Timur Arifin dan About menambahkan, empat kelurahan yang sudah dipetakan itu yakni Cipinang Muara, Pondok Bambu, DurenSawit, danPondok Kelapa.

Adapun luas bidang yang sudah diinventarisasi ada sebanyak 283 bidang. Dari jumlah itu baru ada 66 bidang yang sudah melalui proses pemberkasan. Namun, proses ini terkendala karena belum ada ketetapan NJOP untuk 2010.”Kelurahan yang lain segera diukur dan kami juga belum bisa mengetahui ada berapa lahan yang akan dikonsinyasi karenaprosesnya barusampaitahap inventarisasi,”ujarnya. Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, proyek BKT masih membutuhkan anggaran sebesar Rp1,6 triliun. Anggaran tersebut untuk membebaskan lahan kering di BKT yang luasnya mencapai setengah juta meter persegi.

Seluruh lahan kering BKT diharapkan sudah dibebaskan dalam dua tahun ke depan. ”Proyek BKT memang belum selesai. Lahan kering masih setengah juta meter persegi yang harus dibebaskan dan membutuhkan Rp1,6 triliun,”ujarnya.


0 komentar: