Kamis, 25 Februari 2010

Menabung Melalui Asuransi Jiwa

Sabtu, 20 Februari 2010, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan dimulainya Gerakan Indonesia Menabung yang dipusatkan di Arena Pekan Raya Jakarta. Gerakan tersebut merupakan kelanjutan dari Program Ayo ke Bank yang juga dicanangkan Presiden pada 27 Januari 2008. Urgensi pentingnya menabung kembali dimaklumatkan kepada masyarakat luas mengingat konon 80 juta penduduk Indonesia yang berusia produktif (dari total 138 juta) belum memiliki tabungan di bank. Dengan harapan separuh penduduk usia produktif bisa mengalokasikan sedikitnya Rp100.000 per orang,akumulasi dana masyarakat yang terhimpun di perbankan nasional bisa mencapai besaran Rp40 Triliun.

Akumulasi dana tersebut merupakan potensi penguat kegiatan perekonomian nasional dalam rangka menggerakkan ragam aktivitas ekonomi masyarakat melalui ketersediaan dana kredit. Realisasi dari Gerakan Indonesia Menabung ialah diluncurkannya produk Tabunganku, yang notabene merupakan produk tabungan perseorangan yang tidak dikenai biaya administratif. Secara serempak, produk Tabunganku dikeluarkan oleh 70 bank umum dan 910 bank perkreditan, dan ini bentuk keseriusan kalangan perbankan dalam rangka mewadahi terbangunnya budaya menabung di kalangan masyarakat.

Terbangunnya gaya hidup menabung bisa membantu masyarakat luas untuk senantiasa memiliki cadangan keuangan yang bisa diambil manakala mereka membutuhkannya sewaktu-waktu. Dalam bahasa yang sederhana, gerakan menabung nasional melalui produk Tabunganku sebagai suatu strategi ”keroyokan” untuk hajatan besar. Mengapa demikian? Karena kerja bersama antar bank umum dan antar bank perkreditan melalui produk.

Tabunganku akan berimplikasi besar bagi dinamika ekonomi masyarakat. Bila program ini diusung secara sungguh-sungguh oleh seluruh bank peserta, dicanangkan oleh semua petinggi bank, dipromosikan oleh ratusan ribu cabang-cabang bank, disosialisasikan oleh jutaan karyawan bank, serta difasilitasi oleh layanan ribuan ATM bank di semua call centers dan melalui internet banking secara terus menerus,implikasi yang ditimbulkannya pasti dahsyat! Hakikatnya, acungan jempol layak kita berikan untuk gerakan serempak oleh kalangan perbankan ini.

Seiring berjalannya waktu, program Tabunganku diharapkan bisa menstimulasi terbangunnya kebiasaan menabung di kalangan masyarakat. Secara fungsional, akumulasi uang masyarakat yang terkumpul dalam sistem perbankan bisa berperan signifikan bagi bergeraknya mesin kegiatan pinjam- meminjam baik individu maupun dunia usaha, yang notabene merupakan jasa utama yang disediakan oleh kalangan perbankan bagi masyarakat, menurut About.

Tabungan Jangka Panjang lewat Polis Asuransi

Secara substansial, kegiatan menabung melalui bank memiliki peran penting khususnya dalam rangka memfasilitasi kebutuhan transaksional masyarakat dalam mengakomodasi kebutuhan sehari- hari. Ketika masyarakat belum akan menggunakan sejumlah uang untuk setiap kegiatan yang mereka lakukan dan untuk rencana kegiatan di masa yang akan datang, mereka bisa menempatkan dana masing-masing dalam bentuk tabungan di bank.

Dalam konteks ini, masyarakat membutuhkan skema menabung melalui jasa perbankan untuk ragam kebutuhan berjangka waktu pendek. Manfaat praktis lainnya dari menabung di bank ialah mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran aneka transaksi maupun transfer ke rekening sesama bank atau antarbank. Masyarakat mendapatkan kemudahan likuiditas dan bisa melakukan transaksi penarikan tunai setiap saat, baik di kantor bank, melalui gerai ATM, lewat internet banking, maupun lewat mobile banking. Yang perlu diperhatikan dari ragam kemudahan tersebut ialah godaan untuk mengambil atau melakukan transaksi manakala muncul kebutuhan yang tak terencana atau konsumtif.

Bagaimana halnya dengan skema menabung dalam konteks perencanaan keuangan jangka menengah dan panjang bagi masyarakat? Dalam hal ini, proses menabung akan menjadi lebih efektif bila masyarakat terlebih dahulu sudah merencanakan kebutuhan penting di masa datang, kapan realisasi pemenuhan kebutuhan itu terjadi, dan berapa besarnya dana yang dibutuhkan. Untuk kebutuhan dana pembiayaan kuliah anakanak di perguruan tinggi misalnya masyarakat seyogyanya sudah mulai merencanakannya sejak dini. Hal yang sama juga perlu diterapkan dalam upaya mempersiapkan ragam peristiwa penting dalam siklus kehidupan misalnya perhelatan perkawinan anak-anak atau menunaikan ibadah haji.

Alokasi kegiatan menabung untuk ragam kebutuhan tersebut akan efektif bila dipadukan dengan produk keuangan lainnya, yakni produk asuransi jiwa. Mengapa demikian? Secara esensial, tujuan utama sebuah polis asuransi jiwa adalah memberikan proteksi bagi ahli waris (beneficiary) atas risiko keuangan yang timbul akibat tertanggung meninggal dunia. Selain itu, polis asuransi jiwa juga bisa digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan keuangan lain bagi individu maupun keluarga. Secara komplementer, terbangunnya kebiasaan menabung seyogyanya dilengkapi dengan skema asuransi jiwa. Ketika Anda menjadi nasabah asuransi jiwa, Anda pun menabung dalam bentuk premi yang Anda bayarkan secara berkala (bulanan,triwulan,semester, atau tahunan).

Skema kontraktual ini memudahkan bagi Anda untuk memiliki kedisiplinan dalam melakukan pembayaran premi sehingga manfaat nilai tunai tetap menjadi milik Anda di sepanjang masa kontrak. Skema kontraktual merupakan kesepakatan antara Anda dan perusahaan asuransi jiwa yang sudah direncanakan dalam jangka menengah dan panjang sehingga Anda bisa menikmati ragam manfaat nilai tunai di sepanjang perjalanan hidup Anda dan keluarga ke depannya. Dalam disiplin perencanaan keuangan modern, beberapa kebutuhan dalam keluarga bisa diakomodasi secara efektif melalui disiplin menabung dalam bentuk kepemilikan polis asuransi jiwa.

Ada banyak produk asuransi jiwa yang memberikan hasil pengembangan dana dari akumulasi premi Anda. Premi yang Anda bayarkan pun tidak hilang bila kemalangan yang diperjanjikan dalam polis tidak terjadi selama masa kontrak. Pada edisi pekan depan, saya akan menyajikan ragam kebutuhan Anda di masa depan yang bisa terakomodasi melalui skema asuransi jiwa.


0 komentar: